Antoine Griezmann


BARCELONA – Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) akan menyelidiki kemungkinan adanya kecurangan atau pelanggaran hukum dalam proses transfer Antoine Griezmann dari Atletico Madrid ke Barcelona.

Transfer Griezmann memang tidak semulus yang diperkirakan. Atletico Madrid yang menjadi pemilik Griezmann menuding pembayaran Griezmann masih mengalami kekurangan. Mereka menginginkan Barcelona segera melunasinya.

Drama Griezmann dimulai sebelum Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia. Saat itu, Griezmann selalu dikait-kaitkan dengan Barcelona. Apalagi, sejak Griezmann berhasil membawa Prancis sebagai Juara Dunia 2018, Barcelona makin gencar memburunya. Namun, saat itu Greizmann memilih bertahan di Atletico dan meneken kontrak baru.

Dilansir Mirror, kontrak baru itu ternyata menjadi celah yang dimanfaatkan Barcelona. Sebelumnya, Griezmann sudah diikat dengan klausul rilis 200 juta Euro, tetapi klausulnya berkurang jadi 120 juta Euro pada kontrak baru tersebut.

Barcelona mengklaim telah membayar klausul rilis Griezmann sebesar 120 juta Euro yang aktif per 1 Juli 2019 lalu, dan merasa berhak mendapatkan Griezmann. Transfer Griezmann sah, menurut Barcelona.

Namun, Atletico mengklaim bahwa Barca sudah mulai bernegosiasi dengan Griezmann sejak bulan Maret lalu. Artinya, Barca seharusnya membayar klausul lama sebesar 200 juta Euro, bukan klausul baru yang hanya 120 juta Euro.

Singkatnya, Atletico menuntut Barcelona membayar kekurangan 80 juta Euro. Atletico belum mengajukan tuntutan resmi, tetapi menurut beberapa media spanyol, federasi sudah membuka investigasi untuk kasus ini.

Sampai saat ini, Barcelona bersikukuh membantah tudingan kecurangan apa pun. Presiden klub, Josep Maria Bartomeu meyakini Atletico tidak punya bukti apa pun, hanya tudingan tanpa landasan. “Kami menghubungi Griezmann setelah dia membuat video perpisahan untuk fans, tidak ada apa pun pada bulan Maret,” kata Bartomeu. (wsa/fin/kpc)

You Might Also Like