KUNJUNGI RUMAH SAKIT: Bupati Batara H Nadalsyah bersama dirut RSUD Muara Teweh menyambut tim survey dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dalam rangka penilaian akreditasi, beberapa waktu lalu. DISKOMINFOSANDI FOR KALTENG POS


MUARA TEWEH- Tim survey dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan Surveior dr Bernadette Eka A Wahjoeni M Kes melakukan survei penilaian akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, selama dua hari berturut turut mulai 18-19 Juli 2019. 

Akreditasi Verifikasi ke-2 program khusus diibuka secara resmi oleh Bupati Barito Utara (Batara) H Nadalsyah, dihadiri oleh Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekretaris Daerah H Jainal Abidin, Staff Ahli Bupati, para kepala perangkat daerah, direktur RSUD Muara Teweh, perwakilan unsur FKPD, dan jajaran pegawai RSUD Muara Teweh di Sekretariat Akreditasi Lantai 3 RSUD, Kamis (18/7).

Dalam sambutannya Nadalsyah mengatakan, RSUD Muara Teweh merupakan satu-satunya rumah sakit yang berada di ruang lingkup Kabupaten Batara.

Oleh sebab itu, kata dia, RSUD Muara Teweh menjadi tempat rujukan bagi seluruh masyarakat Batara yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut. Tak hanya bagi masyarakat Batara, harapnya, pemerintah daerah juga memiliki mimpi besar untuk menjadikan RSUD Muara Teweh sebagai pusat rujukan untuk wilayah DAS Barito. 

“Mimpi kami, di tahun 2021 seluruh bangunan rumah sakit dapat diselesaikan. Nantinya bukan hanya sebagai rujukan, tetapi dapat menjadi terkenal dan memiliki dokter spesialis yang terbaik,” harap Nadalsyah.

Direktur RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus Setijowati menyampaikan, bahwa RSUD Muara Teweh yang dibangun pada tahun 1976 dengan luas lahan 70.000 m², merupakan UPT dari Dinas Kesehatan. RSUD Muara Teweh sebagai rujukan regional bertipe kelas C. Berdasarkan review tahun 2018, tetap pada kelas C. “Di Kalimantan Tengah, ada 5 rumah sakit yang mengalami penurunan menjadi kelas D,” jelas Dwi Agus. (dad/ram)

 

 

Loading...

You Might Also Like