Ilustrasi kegiatan di Bank Mandiri. Sistem Bank Mandiri eror sejak Sabtu (20/7) pagi. Namun berangsur pelayanan telah kembali pulih. (Beky Subechi/Jawa Pos)


Bank Indonesia (BI) mencermati erornya Bank Mandiri yang sempat membuat resah masyarakat sepanjang hari kemarin, Sabtu (20/7). Meskipun sebagian pelayanannya telah kembali pulih, akan tetapi kejadian itu sempat membuat nasabah panik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bi Onny Widjanarko menyatakan, saat ini BI tengah melakukan penelitian terlebih dulu mengenai penyebab erornya sistem pada Bank Mandiri. Setelah itu, BI menentukan apakah akan memberikan sanksi atau tidak kepada bank pelat merah tersebut.

“Kalau soal sanksi dan nggak sanksi, tergantung dari penelitian. Jadi, kami nggak gampang ngasih sanksi. Dilihat dulu apa (penyebabnya),” kata Onny saat menemui awak media di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (20/7).

Biasanya setiap sistem yang mengalami eror memiliki rasio toleransi yang bisa menjadi bahan pertimbangan BI. Rasio toleransi itu dihitung dari seberapa cepat penanganan perbankan mengatasi masalah eror tersebut.

“Recovery-nya berapa lama, kalau lebih cepat itu lebih baik. Kalau datanya aman, itu lebih baik juga. BI melihatnya itu, harus disiapkan SOP-nya mengatasi itu,” terang Onny.

Onny mengatakan, perlindungan konsumen harus diprioritaskan dalam insiden errornya sistem Bank Mandiri tersebut. Konsumen harus diberikan edukasi agar tetap merasa aman dan terkawal dari dana yang telah disimpan di bank.

Termasuk jika saat ini terdapat konsumen yang masih mengalami kehilangan atau kelebihan saldo akibat insiden tersebut. Ia menyatakan, perbankan harus melayani seluruh nasabah yang masih mengalami kendala tersebut.

“Karena setiap penyelenggara itu ada dispute resolution. Kalau ada dispute, segera ke banknya. Karena itu ada aturan risk management, aturan kekuatan sistem pemeliharaan, dan aturan perlindungan konsumen di sistem pembayaran,” tegasnya

Onny menyatakan, kejadian yang dialami oleh Bank mandiri bukan kejadian yang baru. Sebelumnya, ada pula kasus-kasus serupa. Namun, BI tetap meminta Bank Mandiri untuk meningkatkan keamanan sistemnya.

“Ke depan perlu meningkatkan kapabilitas dan sistemnya supaya lebih cepat recovery-nya,” tukasnya.

Sementara itu, pakar keamanan siber dari Communication and System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha meminta Bank Mandiri untuk meningkatkan sistem keamanan setiap melakukan pemeliharaan sistem. Dia berharap, insiden itu tidak menimbulkan adanya rush money di masyarakat.

“Bila memang penyebab utamanya karena maintenance, Bank Mandiri harus benar-benar memastikan sistem update-nya siap terlebih dahulu di lab pengetesan. Bila langsung diaplikasikan secara live memang selalu ada kemungkinan eror,” ujar Pratama dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.

Ke depan, dia menyarankan, Bank Mandiri benar-benar menyiapkan sistemnya telah berjalan baik, terutama saat maintenance dan update. Catatannya, peristiwa berubahnya saldo nasabah juga pernah terjadi di Bank Mandiri pada 2017 dan 2018 dengan skala kejadian yang lebih kecil.

“Jangan sampai peristiwa saldo berkurang ini terjadi berulang kali. Nasabah bisa hilang kepercayaan, tidak hanya pada satu bank, bisa membahayakan sistem perbankan nasional,” jelasnya.

Pratama berharap, insiden ini juga dapat menjadi pelajaran untuk seluruh pihak terkait. Apalagi Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar di tanah air. Harapannya agar menjaga ketenangan dan kenyamanan nasabah, yang ujungnya adalah menjaga stabilitas nasional.

“Nasabah sangat dirugikan, harapannya Mandiri bisa memberikan kompensasi yang layak bagi seluruh nasabah Bank Mandiri,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, erornya sistem Bank Mandiri yang terjadi saat backup data dari core system ke backup system terasa sejak Sabtu (20/7) pagi. Hal tersebut menyebabkan 10 persen nasabah Bank Mandiri secara nasional mengalami gangguan saldo. Ada yang kehilangan saldonya, ada pula yang bertambah saldonya.

Erornya sistem Bank Mandiri juga sempat menyebabkan kepanikan di kalangan nasabah Bank Mandiri yang ramai membincangkannya di media sosial. Ada beberapa nasabah yang mengaku mereka kehilangan saldonya hingga menjadi nol rupiah saat terjadi eror.(jpn)

 

 

Loading...

You Might Also Like