Anggota Bapemperda DPRD Kota Palangka Raya bersama dengan unsur akademis, berfoto bersama usai menggelar uji sosialisasi publik rancangan peraturan daerah Kota Palangka Raya tahun 201, di ruang rapat DPRD setempat, baru-baru ini. (DPRD KOTA FOR KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Maraknya terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dua minggu terakhir ini menjadi perhatian kalangan dewan, terlebih kepada masyarakat Kota Cantik agar dapat bersama-sama menanggulangi karhutla terjadi lebih besar lagi.

“Untuk itu kami berharap agar masyarakat ini dapat bersama-sama dengan pemerintah untuk dapat menanggulangi karhutla terjadi lebih besar lagi,” tegas Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Subandi, saat diwawancarai di Balai Kota Palangka Raya, kemarin.

Subandi mengatakan, dengan bersama-sama tentunya bahaya karhutla dapat ditekan seminim mungkin. Sebab dengan keadaan musim kemarau saat ini diharapkan agar pembukaan lahan atau pembersihan lahan jangan dengan membakar.

“Bisa saja membersihkan lahan asalkan jangan membakar saja, karena itu sudah melanggar perda yang ada,” terangnya.

Menurutnya, dampak dari karhutla ini adalah kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya yang bersampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama aktivitas proses pembelajaran di sekolah.

“Maka ini agar dapat dipantau bagaimana kondisi di sekolah, kalau perlu kalau memang sudah parah maka perlu adanya pembagian masker sebagai pencegahan timbulnya penyakit ISPA,” tegas Subandi lagi.

Bersama dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) itu dapat berkoordinasi untuk pembagian masker. Ataupun hal-hal pencegahan atau penanganan dini timbulnya berbagai penyakit seperti ISPA tadi.

“Banyak hal yang dapat dilakukan pencegahan dan penanggulangan asalkan menjadi komitmen bersama. Agar peristiwa tahun 2015 lalu menjadi pelajaran agar bahaya karhutla ini selalu mengancam setiap tahunnya kalau tidak diantisipasi dan dicegah sedini mungkin,” pungkas Subandi.(ari)

Loading...

You Might Also Like