Ilustrasi


 Maskapai Garuda Indonesia mendadak menjadi perbincangan publik setelah beredarnya surat larangan bagi penumpang mengambil gambar di dalam pesawat. Dalam surat edaran tersebut, perseroan memerintahkan kepada awak kabin untuk menegur secara tegas untuk penumpang yang mengambil gambar dan tidak memiliki izin resmi dari perusahaan.

Adapun surat edaran tersebut dikeluarkan sejak Minggu (14/7) dan ditekan oleh Pjs SM FA Standarization & Development Garuda Indonesia. Kepada awak media, VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membenarkan keabsahan surat yang telah banyak beredar di media sosial tersebut.

“Kami sampaikan bahwa pengumuman tersebut merupakan edaran internal perusahaan yang belum final yang seharusnya belum dikeluarkan dan tidak untuk publik,” kata Ikhsan dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Selasa (16/7).

Ia menyampaikan, perseroan telah melakukan penyempurnaan isi surat edaran yang tengah viral di media sosial tersebut. Isi surat edaran yang baru berisikan himbauan kepada penumpang agar menghormati privasi penumpang dan awak pesawat yang sedang bertugas.

Himbauan tersebut, imbuh dia, juga telah sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk UU Penerbangan, UU ITE dan regulasi terkait lainnya. “Ini untuk memastikan seluruh operasi penerbangan Garuda Indonesia comply dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Kendati demikian, Ikhsan memastikan penumpang tetap masih bisa melakukan pengambilan gambar atau sekadar berswafoto untuk kepentingan pribadi di dalam pesawat. Yang penting, kata dia, tidak mengganggu kenyamanan dan merugikan penumpang lainya.

“Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi. Tapi, kami berkomitmen untuk menjaga privasi seluruh penumpang dan awak pesawat. Hal ini juga wujud komitmen Garuda Indonesia terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Garuda Indonesia mengklaim himbauan tersebut juga telah didasarkan atas laporan, saran dan masukan pelanggan atau penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya pengambilan gambar dan dokumentasi tanpa izin sebelumnya dari yang bersangkutan. Namun, dia tak merespons apakah kebijakan ini ada hubungannya dengan viralnya foto menu makanan bertuliskan tangan pada penerbangan Garuda beberapa waktu lalu.

 

Loading...

You Might Also Like