Ketum Dekranas Hj Mufidah Jusuf Kalla didampingi Ketua Dekranasda Kalteng Yulistra Ivo Ashari Sugianto Sabran melihat produk kerajinan lokal usai peresmian Gedung Dekranasda di Jalan Imam Bonjol, Senin (15/7). (DENAR/KALTENG POS)


Kalteng dikenal kaya akan sumber daya alam (SDA). Banyak hasil alam di Bumi Tambun Bungai ini yang bisa dibuat menjadi produk-produk kerajinan seperti tas, batik, anyaman, dan produk lainnya. Kerajinan lokal ini diperlihatkan kepada Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Mufidah Jusuf Kalla ketika berkunjung ke Kota Cantik Palangka Raya. 


EMMANUEL LIU, Palangka Raya

 

DALAM rangka menyinergikan kegiatan Kementerian Koperasi dan UMKM dengan Dekranas dan TP-PKK Kalteng, Ketua Umum Dekranas Hj Musfidah Jusuf Kalla melakukan lawatan ke Kalteng, Senin (15/7). Saat tiba di VIP Room Bandara Tjilik Riwut, rombongan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla itu disambut dengan tarian Kahanjak Atei.

Kedatangan Hj Mufidah disambut oleh Ketua Dekranasda Kalteng Yulistra Ivo Ashari Sugianto Sabran, pejabat provinsi, pemko, serta forkopimda. Kunjungannya ke Kalteng kali ini dalam rangka meresmikan Gedung Dekranasda di Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya.  

Ketua Umum Dekranas Hj Mufidah Jusuf Kalla mengungkapkan, produk kerajinan berbasis SDA harus dikembangkan.  “Industri kerajinan merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang berkembang cepat dan sangat dekat dengan keseharian masyarakat sehingga dapat dijadikan mata pencaharian. Termasuk di Kalteng ini,” kata Hj Mufidah usai peresmian.

Menurutnya, Kalteng memiliki banyak jenis SDA yang dapat diolah dan dikembangkan menjadi produk kerajinan dengan mengangkat kekhasan daerah, seperti anyaman, batu-batuan, dan sumber lainnya yang menjadi inspirasi bagi perkembangan industri kerajinan.

“Dengan berkembangnya produk kerajinan lokal, maka persaingan akan semakin besar dan ketat. Diperlukan upaya nyata untuk mendorong agar bisa bersaing dengan daerah lain,” ungkap ibu kelahiran Sibolga, Sumatera Utara, 12 Februari 1943 silam.

Dirinya berharap, kendati para pengrajin memiliki keterbatasan dalam upaya meningkatkan produk kerajinan lokal, tetap diperlukan sinergisme dengan sejumlah pihak terkait dalam mengatasi permasalahan.

“Dekranasda juga dapat membantu pengembangan sektor pariwisata Kalteng. Menentukan produk kerajinan yang akan dikembangkan harus cermat. Begitu pun dengan penentuan harga penjualannya, agar mudah terjangkau oleh daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj Mufidah Jusuf Kalla meminta agar Dekranasda Kalteng selalu bersinergi dan berkoodinasi baik instansi-instansi terkait, demi memaksimalkan upaya pengembangan kerajinan lokal. Teknologi informasi yang kian maju saat ini mesti bisa dimanfaatkan. Karena itu, pengembangan produk kerajinan lokal mesti bisa mengikuti tren pasar agar tak kalah bersaing.

“Para pelaku UMKM mesti bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengembangan kerajinan, karena hasilnya pun berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat luas,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Kalteng Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan dan melestarikan kerajinan lokal khas Kalteng. Salah satunya adalah kerajinan benang bintik. Langkah ini, kata Ivo, seiring dengan visi misi pemerintah daerah demi mencapai Kalteng BERKAH.

“Para pengrajin terus menjual hasil produk dengan kekhasan daerah masing-masing agar semakin dikenal dunia. Produk-produk tersebut mesti bisa dipertahankan,” ungkap Ivo dalam sambutannya saat itu.

Diakui Ivo, keberhasilan Dekranasda Provinsi Kalteng dalam mengembangkan produk daerah tak lepas dari dukungan ibu wakil presiden beserta jajaran, serta support yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalteng.

“Ke depan kami akan lebih menggali potensi kerajinan di Kalteng dan mengangkat kerajinan yang bersumber dari kearifan lokal, seperti menganyam dan batik khas Dayak,” tutupnya. (*/ce/ala) 

Loading...

You Might Also Like