Enam orang tersangka pengedar narkoba yang diamankan BNN Kalteng dengan total barang bukti seberat 1,6 kilogram sabu. (HENI/KPC)


PALANGKA RAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengamankan narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat sekitar 1,6 kilogram. Sabu-sabu itu diamankan dari 3 lokasi.

Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi mengatakan, 1,6 kilogram sabu itu diamankan dari 6 orang pelaku, masing-masing di Kabupaten Seruyan dan Kota Palangka Raya.

Penangkapan pertama dilakukan pada tanggal 30 Juni 2019 sekitar pukul 00.15 WIB di Kelurahan Selunuk, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

"Dari TKP pertama ini kami berhasil mengamankan 2 orang tersangka perempuan cantik yaitu YA (29) dan MA (22)," kata Lilik, Kamis (11/7/2019).

(Baca juga: 1 Kilogram Sabu Lolos Pemeriksaan di Tiga Bandara, Begini Modusnya)

Kedua tersangka dari Pontianak dengan barang bukti sabu sekitar 511 Gram dan narkoba juga diperoleh dari Pontianak yang rencananya akan diedarkan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Satu orang masuk daftar pencarian orang atau DPO. Sama perempuan juga, warga Sampit yang menjadi pemesan," ungkapnya.

Kemudian penangkapan kedua dilakukan pada 6 Juli 2019 sekitar 20.40 WIB di Terminal Kedatangan Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya. Petugas BNN mengamankan 3 orang tersangka, yakni HA (29), SL (30) dan AS (30).

(Baca juga: IRT Dicegat di Jembatan Kalahien)

"HA dan SL adalah suami-istri, warga Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. Sedangkan AS dari Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Dari ketiga tersangka diamankan barang bukti berupa 8 bungkusan berisi sabu total seberat sekitar 1 kilogram. Jaringan ini berasal dari Aceh, tetapi dikendalikan oleh AE seorang narapidana Lapas narkoba Kasongan," beber Lilik.

Selanjutnya 9 Juli 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, petugas kembali mengamankan seseorang berinisial CK (39), di wilayah Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Dari tangan CK ditemukan barang bukti sekitar 100 gram sabu.

"CK ini beralamat di Kota Palangka Raya. Untuk jaringannya dari Banjarmasin. CK ini mengambil barang dari Banjarmasin atas perintah FA seorang napidana di Lapas Palangka Raya," ucapnya. (atm/nto)

You Might Also Like