Gubernur Kalteng Sugianto Sabran serahkan plakat kenang-kenangan kepada Kepala BPH Migas Fansharullah Asa


PALANGKA RAYA - Pembangunan pipa gas Trans Kalimantan yang akan menghubungkan seluruh provinsi di Kalimantan dan bermuara di Kepulauan Natuna, dipastikan akan dibangun dengan pola investasi. Dengan begitu, pembangunan tidak membebani anggaran dan pendapatan belanja nasional (APBN) dan APBD provinsi.

Kepala BPH Migas Fansharullah Asa mengatakan, sudah ada badan usaha atau investor yang ingin mengerjakan pembangunan pipa gas Trans Kalimantan tersebut. Untuk itu, BOG ysng nantinya akan melelang proyek tersebut.

"Polanya investasi dengan mrngundang investor. Jadi tidak membebani APBN dan APBD. Dan sudah ada beberapa badan usaha yang siap melaksanakan projek tersebut," ucapnya.

Menurutnya, gas yang ada di Kaltim 1 tahun 40K di ekspor ke Jepang dan Cina. Artinya, di Kalimantan ada surplus gas. Kemudian di provinsi lainnya juga ditemukan, sehingga ini akan mudah nanti untuk dikembangkan menjadi sumber energi yang baru.

"Ini sangat luar biasa jika terbangun, karena kesejahteraan masyarakat akan lebih baik. Sebab, jika semua sudah terkoneksi, maka masyarakat tidak lagi nanti menggunakan gas elpiji tetapi langsung gas yang ada," ucapnya.

Dia memastikan, jaringan gas rumah tangga akan tersambung dan semua masyarakat bisa menggunakan gas. "Dan itu bisa lebih murah, karena gas ini lebih hemat. Dan pipa gas Trans Kalimantan ini sudah masuk dalam RPJMN pada 2020-2024, jadi pemerintah pusat sangat konsen dengan proyek ini," pungkasnya. (arj/nto)

Loading...

You Might Also Like