Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Nurul Edy saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng sekaligus membuka kegiatan Pembekalan Kesiapsiagaan Menghadapi Karhutla di Provinsi Kalteng tahun 2019 di Aquarius Boutique Hotel, Kamis (11/7/2019)


PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) targetkan tahun 2019 bebas asap. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan, di antaranya seperti pembetukan tim satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sosialisasi dan lain sebagiannya.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran melalui Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Nurul Edy mengatakan pihaknya tidak ingin karhutla menjadi agenda rutin yang terjadi di Bumi Tambun Bungai. Selain itu, pihaknya juga tidak ingin bencana asap do Kalteng menjadi sorotan nasional bahkan sorotan dunia internasional.

"Bencana yang terjadi karena belum maksimalnya sinergitas 3 pilar penyelenggara penanggulangan bencana, yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha," katanya saat membuka Kegiatan Pembekalan Kesiapsiagaan Menghadapi Karhutla di Provinsi Kalteng tahun 2019 di Aquarius Boutique Hotel, Kamis (11/7/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan menyikapi terjadinya bencana karhutla maka penanggulangan menjadi lebih penting. Karena mencegah lebih baik mengobati, sehingga dapat diartikan mencegah lebih baik daripada menanggulangi.

"Perlu diketahui di sisi lain kalteng berhasil meminimalisir dampaknya karhutla pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Kami berharap tahun ini juga," tuturnya.

Ia berharap semua pihak terkait dapat memaksimalkan kerjasama dalam penanggulangan karhutla ini. Karena hal ini membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak terkait.

"Tidak bisa hanya mengharapkan satu pihak. Jika kerjasama baik maka semuanya pasti dapat terwujud," pungkasnya. (atm/nto)

Loading...

You Might Also Like