Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memberi pemaparan tentang Palangka Raya di Kedubes Swedia di Jakarta, Rabu (10/7). (HMS UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalteng tampaknya akan semakin nyata. Bahkan Kota Palangka Raya sudah dilirik oleh luar negeri. Buktinya, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin sudah memaparkan tentang Palangka Raya di Kedubes Swedia di Jakarta, Rabu (10/7).

Dalam kegiatan yang membahas tentang smart mobility itu, pihak Kedubes Swedia, Kementerian Perhubungan, Bappenas, PT SMI, PT MRT, dan PT LRT akan melakukan uji coba dan studi kelayakan membangun sistem, infrastruktur transportasi, serta moda transportasi layaknya Transjakarta di Kota Palangka Raya. Terlebih, semuanya akan mengusung konsep pembangunan kota pintar, kota layak huni, dan lebih memerhatikan lingkungan.

Dikatakan Fairid, pihak-pihak yang menghadiri workshop tersebut menyambut positif paparan yang disampaikannya. “Pihak Swedia, dengan berbagai macam kemitraan dan program yang mereka miliki, akan lebih memerhatikan Palangka Raya. Bahkan ada beberapa pihak swasta yang akan melakukan uji coba di Palangka Raya. Misalnya, pihak Volvo (perusahaan transportasi, red) ada menjalankan program uji coba moda transportasi seperti Transjakarta,” kata wali kota termuda se-Indonesia ini kepada Kalteng Pos, kemarin (10/7).

Dari pihak Dirjen Perhubungan, lanjut dia, menyambut baik program yang ditawarkan oleh pemko. Bahkan langsung difasilitasi untuk bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Kami juga meminta kepada pihak Bappenas, agar Palangka Raya menjadi salah satu prioritas pembangunan. Dalam acara tersebut, ada banyak masukan bagi pemko untuk mengembangkan smart city yang layak huni dan lebih memerhatikan lingkungan,” lanjut putra dari H Abdul Razak dan Hj Zaidah Abdul Razak ini.

Terkait Transjakarta, kata ketua DPD Golkar Palangka Raya ini, dalam waktu dekat akan ada kunjungan ke Palangka Raya. Sementara, PT Light Rail Transit (LRT) atau Perusahaan Lintas Rel Terpadu menawarkan ide dan gagasan infrastruktur. “Semuanya menyambut dengan baik konsep pembangunan yang lebih memerhatikan lingkungan. Smart city and green city,” pungkasnya. (ami/ce/ala)

You Might Also Like