Sejumlah Anggota lintas Komisi DPRD Kota Palangka Raya menggelat rapat pembahasan raperda inisiatif tentang DBD. Di ruang rapat setempat, kemarin. (SRI/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Sejumlah anggota yang tergabung dalam Badan Perencanaan Peraturan Daerah (Bappemperda) DPRD Palangka Raya yang membidangi kesejahteraan dan kesehatan, menggelar rapat pembahasan naskah akademik dan draf Raperda inisiatif tentang pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dihadiri pula jajaran perwakilan dari Kemenkumham Palangka Raya serta pakar hukum dari IAIN Palangka Raya.

Ketua Komisi C DPRD Palangka Raya Mukarramah mengatakan, pembentukan perda mengenai pencegahan, penanggulangan, serta penanganganan terhadap DBD merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas mengingat penyakit DBD menjadi langganan terjadi setiap tahunnya.

“Karena kami lihat selama ini penanganan terhadap DBD kerap mengalami kesulitan, lantaran tidak terdapat peraturan baku yang mengatur mengenai tata cara mengatasi dan mencegah, sehingga sering kali untuk penangganan tidak maksimal,” jelasnya, di ruang rapat PDRD Kota Palangka Raya, kemarin.

Menurutnya, penyusun materi-materi yang sudah cukup memenuhi unsur-unsur ketika diperlukan dalam draf raperda tersebut. Dengan materi ini akan bahas lebih lanjut bersama tim pembentukan perda Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

“Sehingga memenuhi kebutuhan yang ada di tengah masyarakat, dan penanganan terhadap DBD lebih optimal dengan pondasi hukum yang tersedia,” ucapnya Mukarramah.

Diungkapkannya, nantinya akan ada pasal yang memuat mengenai langkah preventif atau langkah atisipasi DBD. Namun guna melakukan penguatan draf raperda diperlukan masukan dari banyak pihak, termasuk masyarakat. 

Yang mana draf memuat acuan dan masukan, dengan melihat fenomena jiwa gotong royong masyarakat yang sudah pudar dalam membersihkan lingkungan sekitar. Lalu bagiamana penetapan kasus KLB, kemudian fogging apakah lebih dulu menunggu sampai ada kasus DBD lebih dulu.

“Pemerintah berasumsi bahaya yang terkandung dari fogging. Maka ini yang perlu dipertegas melalui aturan ini, bagaimana penangganan melalui fogging,” tandas Politisi Partai Nasdem Palangka Raya ini. (ari) 

Loading...

You Might Also Like