Gubernur Kalteng Sugianto Sabran


PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengakui prihatin dengan keadaan beberapa jalan rusak yang ada di beberapa kabupaten di Kalteng. Dia menilai salah satu penyebab jalan rusak tersebut karena masih banyak angkutan yang melebih tonase yang ditentukan bahkan ada yang mencapai 18 sampai 23 ton. Untuk itu, pihaknya meminta agar kepala daerah setempat bertindak tegas mengenai hal ini.

“Memang angkutan ini membayar pajak, tetapi mereka membayar ke luar Kalteng. Saya akan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng untuk menyoroti dan meminta kepada bupati-bupati menindaklanjuti hal ini,” ungkapnya, Senin (8/7).

Pengawasan muatan angkutan ini juga mesti diperhatikan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) karena di daerahnya terdapat pelabuhan dan jalan daerah sebagai mengangkut barang tersebut ke pelabuhan. Dengan demikian, jika ada ketegasan dari para bupati maka dapat menjaga kualitas jalan yang ada di Bumi Tambun Bungai ini.

“Saya menegaskan, termasuk daerah yang ada pelabuhannya tidak boleh lagi kendaran dengan angkutan delapan ton melintas di jalan Kalteng,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kalteng ini menyebutkan, jika hal ini terus-terusan terjadi maka akan mengakibatkan kehancuran bagi jalan-jalan yang ada di Kalteng. Meski terlihat spele, tapi hal ini tentu berdampak besar karena berpengaruh terhada anggaran.

“Tidak mungkin setiap tahun kita fokus pada hal yang sama, jalan sudah diperbaiki rusak lagi. Saya berharap masyarakat menggunakan jalan sesuai kapasitas yang pas agar menjaga kualitas jalan di Kalteng ini,” pungkasnya. (abw/uni/ctk/nto)

You Might Also Like