Danrem 102 Panju Panjung Saiful Rizal (kanan) didampingi Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan LHK Raffles B Panjaitan (dua dari kanan) saat mengecek persiapan peserta pelepasan tim patroli terpadu di Kantor Manggala Agni Daops Palangka Raya, Selasa (9/7).( ANISA/KALTENG POS)


PALANGKA  RAYA  - Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kalteng, melepas tim patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kantor Manggala Agni Daops Palangka Raya, Selasa (9/7).

Pelepasan ini dilakukan oleh Komandan Korem Panju Panjung Saiful Rizal bersama Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup (LHK) Raffles B Panjaitan dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Mofit Saptono Subagio.

“Launching Tim patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kalteng ini merupakan kolaborasi antara Kementerian LHK bersama TNI-Polri dan Pemprov Kalteng melalui BPBD dan stakeholder terkait,” kata Direktur pengendalian kebakaran hutan LHK Raffles B Panjaitan saat diwawancarai usai pelepasan, kemarin.

Diungkapkannya, masing-masing tim yang dilepaskan terdiri dari enam orang. Masing-masing dua orang dari Manggala Agni, Babinsa, Kamtibmas, kepala desa dan masyarakat peduli api. Nantinya, kata dia, satu tim ini akan ditempatkan di satu desa dan dapat bekerja ke dua hingga tiga desa terdekat.

“Sampai saat ini Kalteng memiliki 101 posko, namun semuanya ini dapat menjangkau 300 posko, lantaran satu posko bisa menjangka dua hingga tiga posko,” ungkapnya kepada media.

Menurut Raffles, hadirnya tim ini tidak hanya melakukan patroli dalam rangka menjaga keamanan desa dari bahaya kebakaran yang mengancam. Tetapi  terdapat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan yang dimiliki.

“Tim kami juga bersosialisasi, apabila nanti ada masyarakat yang hendak memanfaatkan kayu agar tidak dibakar kami akan memberikan bantuan alat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 102 Panju Panjung Saiful Rizal menyebut kegiatan upacara dan simulasi yang dilakukan oleh tim patroli terpadu tersebut, merupakan langkah-langkah peningkatan preventif pencegahan, atau medikasi sehingga kebakaran yang akan datang bisa ditekan seminimal mungkin.

"Kita lihat tadi Manggala Agni dan rekan-rekan memiliki kreasi-kreasi dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (abw/CTK)

You Might Also Like