Mohamed Morsi


PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas kematian mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi di pengadilan awal pekan ini.

Kantor hak asasi manusia PBB pada hari Selasa (18/6) mengatakan, penyelidikan harus mencakup semua aspek perawatannya selama hampir enam tahun penahanannya.

"Kekhawatiran telah dikemukakan mengenai kondisi penahanan Morsi, termasuk akses ke perawatan medis yang memadai, serta akses yang memadai ke pengacara dan keluarganya," kata jurubicara hak asasi manusia PBB Rupert Colville dalam sebuah pernyataan.

"Penyelidikan harus dilakukan oleh pengadilan atau otoritas kompeten lainnya yang independen dari otoritas yang ditahan dan diberi mandat untuk melakukan investigasi yang cepat, tidak memihak, dan efektif mengenai keadaan dan penyebab kematiannya," tambahnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Desakan pengusutan penyebab kematian mantan Presiden Mesir itu juga disuarakan Amnesty International.

Lembaga non-pemerintah yang berbasis di London, Inggris itu meminta Pemerintah Mesir bertanggung jawab atas meninggalnya Morsi.

"Pihak berwenang Mesir harus segera memerintahkan penyelidikan independen, menyeluruh dan transparan terkait kematian Morsi. Selain juga kondisi penahanan dan akses Morsi terhadap perawatan medis," ujar Wakil Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Magdalena Mughrabi, seperti dilansir dari laman organisasi tersebut, Rabu (19/6).

Seperti banyak diberitakan, Morsi selama dalam penjara ditahan di dalam penahanan isolasi. Ia sama sekali tidak mendapat perawatan kesehatan yang memadai. Bahkan anggota keluarganya juga tidak diberi izin untuk mengunjungi.

Menurut Mughrabi, Mesir punya catatan mengerikan dalam memperlakukan tahanan yang berada dalam penahanan isolasi. Para tahanan, imbuhnya, acapkali mendapat siksaan dan perlakuan buruk lainnya.

Dari catatan tersebut, Mughrabi menilai adanya penyelidikan atas kematian Morsi sangat diperlukan. Dengan penyelidikan, publik akan mengetahui apak Morsi meninggal dalam kondisi wajar atau tak wajar.

"Dan memastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hak-hak asasi Morsi," imbuhnya.

Menurut keterangan keluarga, Morsi memiliki riwayat diabetes dan pernah pingsan beberapa kali selama dalam tahanan.

Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyebut tidak ada perawatan medis yang memadai yang diberikan pemerintah kepada Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis tersbeut.

Mohammed Morsi meninggal dunia saat menjalani persidangan atas kasus spionase dan pembocoran informasi rahasia negara. Ia sempat berbicara beberapa menita dalam persidangan itu, sebelum kemudian pingsan dan meninggal dunia. (rmol/kpc)

Loading...

You Might Also Like