H Nadalsyah


MUARA TEWEH-Penolakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang diusulkan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) juga dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng). Sikap ini disampaikan Ketua DPD Demokrat Kalteng, H Nadalsyah didampingi Sekretaris, Junaidi, Selasa (18/6).

Pernyataan Demokrat Kalteng tersebut merespons wacana KLB yang dihembuskan beberapa tokoh senior Partai Demokrat. “Statemen Max  Sopacua dan tokoh senior lain tidak tepat waktunya. Karena Ketua Umum DPP Partai Demokrat (Susilo Bambang Yudhoyono, Red) sedang berduka atas kepergian Ibu Almarhum Ani Yudhoyono,” ungkap Koyem, sapaan akrab Nadalsyah ketika ditanya Kalteng Pos.

Karena itu, Koyem enggan membicarakan wacana yang digaungkan Max Sopacua Cs itu. Bupati Barito Utara ini menyampaikan, duka Ketua Umum DPP Demokrat merupakan duka keluarga besar Demokrat seluruh Indonesia termasuk para kader Demokrat di Provinsi Kalteng.

“Kami DPD Demokrat Kalteng sangat royal dengan ketua umum dan menolak desakan KLB,” tegasnya.

Lebih lanjut, bupati dua periode tersebut berpandangan, tidak ada sesuatu kegentingan yang memaksa sehingga Partai Demokrat harus melakukan KLB. Dia menuturkan, loyalitas pada SBY tidak hanya ada di kader tingkat atas, melainkan hingga akar rumput.

“DPC se Kalteng juga solid mendukung Pak SBY,” tandas Ketua Umum KONI Batara ini. Wacana KLB Partai Demokrat diungkapkan koder senior Demokrat diantaranya Max Sopacua, Ahmad Mubarok dan tokoh lainnya pada Kamis, 13 Juni 2019 lalu di Jakarta. Mereka berkumpul membahas nasib partai yang dinilai sudah jauh dai khittah dan fitrah partai pasca Pilpres 2019.

Wacara itu mendapat penolakan internal Demokrat dan tetap mendukung SBY sebagai Ketua Umum. Selain DPD Kalteng sejumlah daerah seperti DIY dan DKI juga menyatakan menolak KLB. (cah/0L)

You Might Also Like