CJH yang berangkat pada 2018 lalu. (DOK JAWA POS)


MASA tunggu yang lama membuat calon jamaah haji (CJH) Indonesia didominasi lansia (lanjut usia) atau mereka yang berusia di atas 60 tahun. Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan para CJH lansia agar mengukur kemampuan fisik masing-masing.

“Kalau mau mengerjakan ibadah sunah, harus dalam kondisi prima,” kata Menkes Nila Moeloek. Menurut catatan Kemenkes, sekitar 60 persen CJH adalah lansia. Dia menjelaskan, haji adalah ibadah fisik. Para CJH harus menempuh perjalanan dengan pesawat selama 9-12 jam dari embarkasi Indonesia sampai Madinah atau Jeddah.

Perjalanan yang lama di pesawat, menurut dia, akan memengaruhi kesehatan jamaah. “Bertambahnya ketinggian dan berkurangnya kadar oksigen dapat menyebabkan sakit atau rasa tidak nyaman pada tubuh. Misalnya, gangguan pernapasan, deep vein thrombosis, dehidrasi, jet lag, dan mabuk udara,” terang Nila.

Menurut data tahun sebelumnya, 2.366 CJH sakit saat tiba di Arab Saudi. Beberapa di antara mereka bahkan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Tahun sebelumnya, juga ada 54 jamaah haji yang tertinggal di Rumah Sakit Arab Saudi karena belum laik terbang.

Saat ini personel Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sebanyak 1.521 orang. Selain mereka, ada 306 orang yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan. Dengan demikian, total tenaga medis yang mendampingi CJH 1.827 orang. Nila berharap pelayanan kesehatan penerbangan haji tahun ini lebih baik. “Mereka diharapkan dapat melakukan sosialisasi dalam bentuk promotif dan preventif kepada jamaah,” lanjut dia.

Sementara itu, pengumpulan paspor CJH oleh Kemenag terus berlanjut. Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Kemenag Nasrullah Jasam menuturkan, saat ini sudah ada 56.820 paspor yang terkumpul di Kemenag. Dia menambahkan, mungkin proses visa baru dibuka pemerintah Saudi pada pekan depan.(jpc/ila/CTK)

You Might Also Like