Mohamed Morsi


KABAR duka datang dari negeri Mesir. Mantan Presiden yang terpilih secara demokratis, Mohamed Morsi dikabarkan meninggal dunia.

Menurut laporan Al Jazeera, Senin (17/6), kabar tersebut diumumkan oleh stasiun televisi resmi Mesir sesaat lalu.

Disebutkan, Morsi yang digulingkan pada pertengahan tahun 2013 itu sempat pingsan usai menjalani persidangan dan meninggal setelahnya. Dia dituduh melakukan aksi spionase dan membocorkan rahasia negara.

Menurut sumber media, Morsi sempat berbicara dalam persidangan selama 20 menit. Ia kemudian pingsan dan dilarikan ke rumah sakit tempat ia menghembuskan nafas terakhir.

Morsi memimpin Mesir setelah memenangkan pemilihan umum secara demokratis pada Juni 2012. Ia adalah presiden pertama yang dipilih secara demokratis dalam sejarah Mesir modern. Namun setahun kemudian, Juli 2013, ia digulingkan kudeta militer.

Tidak hanya dijungkalkan dari jabatannya, Morsi juga harus mendekam di penjara dan menghadapi berbagai tuduhan yang memberatkannya.

Kabar meninggalnya Morsi ini juga dikonfirmasi oleh salah seorang putranya yang bernama Ahmed Najal Morsi. Melalui unggahan di Facebook ia menuliskan kalimat "Ayah, di sisi Allah kita akan bertemu".

Setelah tidak lagi menjabat presiden, Morsi diketahui menjadi pesakitan dalam tahanan. Sejumlah perkara harus dihadapinya seperti pembocoran informasi rahasia negara.

Sejak setahun terakhir, kondisi pria kelahiran tahun 1951 itu memang dikabarkan kian memburuk.

Sebelumnya, Pengadilan Kriminal Kairo menunda sesi persidangan terkait kasus spionase dan pembocoran informasi rahasia negara dari hari Minggu (16/6) hingga hari ini, Senin.

“Kami menerima dengan rasa duka yang mendalam kabar kematian mantan presiden Mohamed Morsi. Saya menyampaikan ucapan duka cita yang sangat dalam kepada keluarganya dan masyarakat Mesir. Kita milik Tuhan, dan kepadaNyalah kita kembali,” tulis Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani seperti dikutip dari Aljazeera.

Ucapan duka juga disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut Morsi sebagai martir.

“Semoga Allah menerima saudara kita Morsi, martir kita, dalam keadaan damai,” ujar Erdogan.

Jurubicara PBB Stephane Dujarric juga mengucapkan rasa duka cita untuk keluarga dan pendukung Morsi.

Sementara Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW) untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, mengatakan kematian Morsi adalah hal yang sangat buruk sekali (terrible) yang dapat diprediksi.

HRW mengecam kegagalan pemerintah Mesir memberikan pelayanan medis yang pantas untuk Morsi.

Dari pengamatan HRW beberapa tahun terakhir ini, kondisi kesehatan Morsi sangat tidak baik. Setiap kali hadir di dalam persidangan, ia selalu mengeluhkan soal kesehatan dan meminta perawatan medis.

“Pemerintah Mesir tahu mengenai penurunan kesehatan Morsi. Dia kehilangan berat tubuh dan beberapa kali pingsan dalam persidangan,” ujar Sara Leah.

Pemimpin Ikhwanul Muslimin di London, Mohammed Sudan, menyampaikan hal senada.

Kematian Morsi adalah sebuah pembunuhan terencana (premeditated). Pemerintah Mesir, katanya, sengaja tidak memberikan perawatan medis untuk Morsi. (rmol/kpc)

Loading...

You Might Also Like