Keluarga Eri menikmati susur sungai di wisata alam Air Hitam Sungai Sebangau Kereng Bangkirai, Sabtu (15/6). (ANISA/KALTENG POS)


Wisata Alam Air Hitam Kereng Bangkirai semakin terkenal. Sentuhan kreatif pengelolanya menjadikan objek wisata yang berlokasi di Kecamatan Sebangau ini banyak diminati pengunjung. Bahkan kini menjadi pilihan bagi warga Kota Cantik untuk menghabiskan libur akhir pekan bersama keluarga.

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

APA kabar wisata alam Air Hitam Sungai Sebangau Kereng Bangkirai? Penulis lama tak berkunjung atau sekadar mendengar kabarnya. Sore itu, Sabtu (15/6), langit Kota Cantik dihiasi gumpalan-gumpalan awan putih. Terlintas ingatan akan wisata alam yang sudah lama menjadi destinasi warga Kota Palangka Raya di akhir pekan. Sekitar beberapa bulan yang lalu, panorama wisata ini sudah mulai berubah. Objek wisata yang awalnya hanya menyajikan pesona alamnya, mulai terlihat varian warna nan berpadu dengan keindahan alam.

Saat penulis datang, sepanjang jalan di sekitar loket masuk wisata ini dipenuhi kendaran roda empat. Bahkan, area parkir motor yang dahulunya terbilang sedikit, kini malah semakin banyak. Biaya masuknya masih sama seperti dahulu. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan Rp5 ribu.

Pengunjung yang datang sore itu terbilang banyak. Lebih ramai dari bulan-bulan sebelumnya saat penulis ke sana. Yang datang tak hanya kawula muda. Ada pula orang dewasa dan anak-anak. Terlihat juga yang datang bersama keluarga.

Suara musik khas Dayak mulai terdengar dari pintu masuk. Riuh bercampur suara pengunjung dan teriakan anak-anak. Membuat wahana wisata alam ini terasa ramai.

“Mbak, mau naik susur sungai? Hanya Rp10 ribu saja per orang,” sapa seroang perempuan paruh baya menawarkan jasa susur sungai.

Padahal penulis belum sempat tengok kanan dan kiri. Tapi, karena penasaran dan harganya cukup bersahabat dengan kantong, penulis pun menyetujui tawaran itu. Untungnya, penulis mendapat tawaran kapal yang sedikit berbeda dengan kapal lainnya.

“Silakan mbak, bisa di dalam atau di atas,” arahannya membuat saya tertarik untuk menikmati alam dari atas kapal sederhana itu namun tetap terlihat menarik.

Lantai pertama kapal didesain sedemikian rupa sehingga penumpang seolah-olah berada di dalam sebuah kafe. Makanan dan minuman ringan disediakan untuk masyarakat yang ingin membeli. Suara musik dari kapal-kapal lain pun bersahutan mengelilingi wisata air hitam ini.

“Fotokan dong, di sebelah sini bagus. Perlihatkan alamnya ya. Itu mataharinya bagus,” sahut-sahutan pengunjung yang sibuk mengabadikan keindahan alam yang dihiasi cahaya mentari yang mulai condong ke barat itu.

Tampak keluarga kecil sedang asyik berswafoto pada rangakaian bunga yang membentuk love dan boneka-boneka yang disediakan di atas kapal. Saat dibincangi, Eri yang merupakan kepala keluarga tersebut mengaku cukup kaget dengan perkembangan wisata Air Hitam Sebangau ini.

“Dulu sih saya lihat biasa-biasa saja. Memang alamnya indah, tapi pengelolaannya belum seperti sekarang ini,” kata Eri yang membawa istri serta anaknya berlibur.

Tetapi, katanya, saat ini sudah dilakukan pembenahan. Pengelolaannya cukup bagus. Bisa dinikmati saat liburan akhir pekan. Tidak perlu mencari wahana wisata di luar Kota Palangka Raya, karena wisata ini sudah cukup bagus untuk mengisi waktu liburan.

“Libur akhir pekan kan hanya sebentar saja, sehingga bisa dimanfaatkan ke sekitar Kota palangka Raya. Wisata dan suasananya kini tidak kalah dengan wisata-wisata lain,” kata ASN di salah satu kabupaten di Kalteng ini.

Setelah sekitar 30 menit berkeliling, kapal pun kembali bersandar. Pengunjung lain sudah menunggu giliran. Kapal ini bisa mengangkut sekitar 30-an orang.

Setelah puas menikmati susur sungai, penulis mencoba berkeliling melihat beberapa titik yang dikerumuni pengunjung.

Tampak generasi milenial sedang berpose di salah satu tempat yang didesain instragamble. Tempat itu dijaga oleh Rika.

“Kami memang sengaja mendesain tempat ini berbentuk kotak-kotak. Kami hias dan desain seolah-olah seperti berada di negara lain,” katanya.

Misalnya, salah satu tempat ini dihiasi dengan bunga-bunga sakura hias dan salju buatan. Bagi pengunjung yang tertarik, bisa menyewa tempat ini dengan tarif Rp5 ribu per orang. Tempat ini didesain hanya untuk berfoto.

“Generasi milenial kan suka berfoto untuk diunggah di media sosial. Kami awalnya melihat inspirasi ini di Youtube, lalu kami coba terapkan di lokasi wisata ini,” ucapnya.

Keuntungan dari jasa ini cukup lumayan. Setiap harinya tidak lepas dari Rp100 ribu. Jika pengunjungnya banyak, maka penghasilan bisa mencapai Rp500 ribu per hari. Padahal hanya jasa penyewaan tempat untuk berfoto.

“Setelah lebaran kemarin, sehari kami bisa mendapatkan Rp2 juta. Itu karena padatnya pengunjung,” sebut perempuan berkerudung ini.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dermaga Kereng Bangkirai, Aldius mengatakan, jumlah pengunjung saat lebaran Hari Raya Idulfitri beberapa waktu lalu mencapai lima ribu orang. Padahal, jika hari-hari normalnya, pengunjungnya hanya berkisar tujuh ratus orang per minggu.

“Lima ribu tersebut dihitung berdasarkan jumlah pembelian tiket masuk," katanya saat dibincangi penulis.

Diakuinya bahwa pengunjung tahun ini tak ada putusnya, seperti bergelombang. Meski demikian, para pengunjung tek perlu berdesakan mengantre untuk menikmati kapal sususr sungai, karena telah tersedia dua pelabuhan.

"Jadi, walaupun banyak pengunjung yang ingin menikmati kapal keliling, tapi karena ada dua pelabuhan yang beroperasi dengan maksimal, sehingga tidak berdesakan seperti sebelum-sebelumnya," ucapnya.

Dijelaskannya, Wisata Alam Air Hitam Sungai Sebangau ini dikelola oleh Pokdarwis berdasarkan surat keputusan (SK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palangka Raya. Semua fasilitas pariwisata di tempat ini dikelola oleh kelompoknya. (*/ce/ala) 

You Might Also Like