Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) usai diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/6). (Fol/JawaPos)


 Presiden Joko Widodo bertemu dengan sembilan anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/6). Pertemuan itu yang pertama kalinya dilakukan setelah presiden menunjuk anggota Pansel Capim KPK pada 17 Mei 2019 lalu.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih mengatakan, dalam pertemuan tersebut Jokowi menyampaikan komitmennya untuk tidak melakukan intervensi. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses seleksi Capim KPK kepada Pansel.

“Paling penting presiden menyerahkan sepenuhnya kepada pansel,” ujar Yenti dalam konferensi pers usai pertemuan.

Presiden, lanjut Yenti, berharap agar Pansel mampu menghasilkan pimpinan KPK yang baik dan memiliki kompetensi. Karena peran pimpinan KPK memiliki posisi yang sangat penting.

Dalam pertemuan itu, kata dia, pihaknya juga menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan Pansel. Di antaranya dengan melibatkan sejumlah lembaga untuk membantu mentracking rekam jejak para calon. Yakni Polri, Kejaksaan, KPK, BIN, PPATK, BNPT dan BNN.

“Beliau sesuai komitmennya terserah pansel. Sepanjang mengikuti aturan-aturan yang ada, mengikuti kebutuhan yang mendesak di Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Pansel Capim KPK sudah membuka pendaftaran mulai hari ini (17/6) hingga 4 Juli 2019 mendatang. Para pelamar bisa mengajukan pendaftaran dengan menyerahkan berkas ke Sekretariat Pansel Capim KPK di Gedung I Kementerian Sekretariat Negara atau melalui email panselkpk2019@setneg.go.id

 

Loading...

You Might Also Like