Sekda Kalteng Fahrizal Fitri foto bersama Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriaty saat berada di stan nomor urut 56 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (16/6).( RAHMAN UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – Kebersihan menjadi bagian penting yang ditekankan RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Itulah yang juga diterapkan saat turut berpartisipasi dalam mencatat rekor MURI, bakar 62.000 tongkol jagung di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (16/6).

Pada kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-62 Pemerintah Provinsi Kalteng tersebut, RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya kebagian membakar 1.050 tongkol jagung. Meskipun jumlah jagung yang dibakar tidak sedikit. Kebersihan stan dan cara membakar tetap menjadi perhatian utama bagi seluruh pegawai RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

"Untuk kebersihan kami menjadi hal utama pada stan ini. Kepada teman-teman saya mengingatkan agar hal tersebut menjadi perhatian, supaya jagung yang dibakar higienis dan aman dikonsumsi masyarakat," jelas Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriaty Sp KGA didampingi Wakilnya Theodorus Sapta Atmadja.

Dengan mengutamakan kebersihan, wajar stand RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya manjadi wadah berkumpulnya masyarakat, untuk mendapatkan jagung bakar gratis pada kegiatan tersebut.

"Animo masyarakat cukup tinggi, dapat dilihat jagung belum matang saja masyarakat sudah menunggu sehingga kami membagi kelompok supaya dalam membakar bisa tepat waktu dan dalam penilaian pun bisa dapat hasil yang memuaskan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya pun menyambut baik kegiatan bakar jagung 62.000 tongkol tersebut.  Menurutnya, pencatatan rekor MURI bakar jagung tidak sekadar menjadi catatan sejarah bagi Kalteng, tapi juga sangat membantu ekonomi petani jagung. "Alhamdulillah, kami bisa berpartisipasi dan jagung yang dibakar pun sedikit lebih banyak dari yang lain," ungkapnya. (pri/ila/CTK)

You Might Also Like