Dina Fitria Ramadhani


APAKAH anda merasakan suhu bumi sekarang semakin memanas? Apa yang terjadi pada bumi kita? Apakah neraka sedang mengalami kebocoran? Itulah yang sering terlintas dipikiran teman-teman saat merasakan panasnya suhu bumi.

Hal ini tentu tidak benar, namun hal ini terjadi akibat dari pemanasan global yang terjadi pada bumi. Disini kita akan membahas apa itu pemanasan global? Bagaimana pemanasan global dapat terjadi? Apa saja dampaknya? Dan aksi apa yang harus kita lakukan agar dapat mengurangi pemanasan global?

Pemanasan global atau biasa disebut global warming adalah peningkatan suhu atau temperatur rata-rata di permukaan bumi. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalu efek rumah kaca.

Lalu apa itu efek rumah kaca? Efek rumah kaca adalah suatu peristiwa dimana terperangkapnya panas di bumi yang berasal dari matahari karena terhalang oleh gas emisi seperti karbon dioksida  yang berasal dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik-pabrik, kebakaran hutan dan masih banyak lagi.

Seorang ilmuwan Prancis yang bernama Joseph Fourier mengumpamakan bumi sebagai rumah kaca pada abad ke 19. Menurutnya, efek rumah kaca adalah sinar matahari yang masuk ke bumi kemudian terperangkap karena terhalang oleh atmosfer. Pada atmosfer juga terdapat gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), nitrogen oksida (N2O), dan uap air (H2O), gas-gas tersebut adalah penahan panas matahari yang telah dipantulkan bumi, peristiwa itu yang dikenal sebagai efek rumah kaca. Pada hakikatnya, peristiwa tersebut merupakan siklus normal yang terjadi untuk menjaga suhu bumi tetap hangat. Akan tetapi, jika konsentrasi gas rumah kaca berlebih maka dapat memicu banyaknya panas matahari yang terperangkap pada atmosfer. Hal inilah yang menyebabkan pemanasan global dapat terjadi sehingga membuat temparatur bumi semakin panas.

Pemanasan global ini telah terjadi sejak era revolusi industri pada abad ke 18. Pemanasan global tidak hanya terjadi di Indonesia saja tapi seluruh bagian di muka bumi juga mengalami hal yang sama. Para ahli juga telah melakukan penelitian terkait pemanasan global dan terungkap bahwa penyebab utama meningkatnya suhu rata-rata bumi yaitu berasal dari kegiatan yang di lakukan oleh manusia terutama dalam sektor industri. 

Tanpa kita sadari, perkembangan sektor industri dan produksi industri secara besar-besaran memberikan dampak serius bagi bumi. Selain itu pembangunan infrastruktur yang pesat, dan banyaknya penggunanaan transportasi pribadi, serta pembukaan lahan menjadi faktor yang berpengaruh besar terhadap pemanasan global.

Kemudian, apa saja kah dampak yang dapat diakibatkan oleh pemanasan global? Dampak yang paling besar akibat pemanasan global ialah perubahan iklim atau climate change. Temperatur bumi yang panas dan tidak wajar akan mengubah iklim di bumi. Hal ini mengakibatkan bertambahnya ketinggian air laut seiring mencairnya es pada kutub utara dan kutub selatan sehingga berpotensi menyebabkan banjir. Pada belahan bumi lain, perubahan iklim dapat menyebabkan kekeringan. Selain itu, pemanasan global juga menimbulkan penyakit pada makhluk hidup, seperti gangguan pernapasan, karena konsentrasi limbah udara yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, kita harus menghindari pemanasan global yang berbahaya dengan melakukan hal kecil untuk meminimalisir pemanasan global diantaranya dengan meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor karena karbon dioksida dan gas berbahaya yang dihasilkan kendaraan dapat berkurang, jika volume kendaraan juga berkurang.

Selain itu, mematikan televisi, dan barang-barang elektronik lainnya juga salah satu langkah menghemat energi kemudian kita juga dapat mematikan lampu ketika tidak diperlukan, karena pada dasarnya energi listrik pada lampu akan menghasilkan penguapan yang bisa memperburuk dampak pemanasan global. Kita bisa melakukan gerakan hemat energi dengan menggunakan energi seperlunya saja.

Di sisi lain, semakin meningkat pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak pula permukiman yang dibangun sehingga lahan untuk pohon pun semakin berkurang. Bahkan, pohon-pohon yang tersedia ditebang untuk membuka lahan baru. Menurut saya, alasan kenapa orang tidak menanam pohon karena kurangnya lahan untuk menanam pohon dan kurang adanya kesadaran tentang pentingnya pohon, seharusnya kita sadar bahwa pohon adalah pelestari kehidupan.

Oleh sebab itu, kita harus meminimalisir peningkatan pemanasan global dengan memperbanyak pohon. Cukup dengan memulai untuk menanam tumbuhan pada halaman rumah, kita sudah ikut berpartisipasi dalam membuat bumi menjadi lebih baik dan mengurangi pemanasan global akibat emisi gas karbon dioksida. Hal ini dikarenakan dengan adanya pohon dapat menyerap karbon dioksida dan memproduksi oksigen. Pohon merupakan salah satu mahluk hidup yang dapat menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global. Jadi, manfaatkanlah lahan yang tersedia untuk menanam pohon lebih banyak lagi.

Dengan semua langkah tersebut, kita dapat mengurangi pemanasan global yang terjadi pada bumi walaupun tidak bisa diselesaikan dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk menjaga bumi ini dan kita tidak sepantasnya melakukan hal-hal yang dapat merusak bumi. Ayo rawat bumi menjadi lebih baik!

(Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat)

You Might Also Like