Pasien terlantar M Subitro (66) saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Rumah Sakit RSUD Muara Teweh, Sabtu (15/6). (FADLI/KALTENG POS)


Mengadu nasib di kota orang tak selalu berujung mulus. Buktinya, M Sucitro, warga Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau ini justru terlantar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Batara). Bukannya mendapatkan pekerjaan, kini ia terbaring sakit di RSUD Muara Teweh.

==============

KAMIS (13/6), M Subitro terpaksa dilarikan ke RSUD Muara Teweh, Kabupaten Batara. Lantaran, didiagnosa mengalami penyakit yang parah. Kondisi badannya pun terlihat begitu kurus. Ia harus dirawat di ruang ICU rumah sakit.

Berbeda dengan pasien yang lain yang didampingi oleh pihak keluarga ketika sakit, pria yang berusia 66 tahun ini malah sebaliknya. Ia tanpa didampingi oleh satupun anggota keluarga hingga hari ini, sabtu (15/6). Ia kini terlantar tanpa satupun sanak saudara.

"Pasien atas nama M Subitro masuk rumah sakit pada Kamis, (13/6) sekitar pukul 21.12 wib. Pasien diantar kesini karena sakit yang cukup parah, sehingga dirawat ke ruang ICU lantai 3," Kata Humas RSUD Muara Teweh, Agus Redha, Sabtu (15/6).

Menurut informasi, pasien tersebut memang sengaja ke Muara Teweh untuk merantau mencari kerja. Selama ini diketahui, dirinya tidur di kawasan pasar gembira.

Pihak rumah sakit mengakui, akan tetap dan pasti terus melayani dan memberikan pelayanan dan pengobatan yang terbaik dan selayaknya kepada pasien. Apalagi merupakan kewajiban untuk melayani masyarakat.

“Sekarang sudah kami koordinasi ke pihak Dinas Sosial PMD Batara via telepon, Senin (17/6) kami juga koordinasi kembali ke kantor ke Dinas Sosial PMD secara langsung," katanya.

Agus Redha menyampaikan hingga sekarang keluarga pasien masih belum ada yang bisa dihubungi. Apalagi pasien tersebut saat diantar ke rumah sakit tidak berbekal identitas yang jelas.

Seandainya tiba-tiba ada orang lain yang menghubungi pihak keluarga dan meminta biaya, Agus Redha mengimbau jangan langsung percaya karena itu penipuan.

"Bagi pihak keluarga jangan percaya bila ada pihak-pihak yang menelepon atau menghubungi untuk minta transfer biaya atau apapun namanya. Kami tidak pernah meminta bayaran. Apalagi sampai minta transfer duit," ujarnya.

Saat ini keadaan pasien mulai membaik dari saat pertama kali masuk. Pasien agak sulit diajak komunikasi karena ada gangguan pendengaran. “Kami tetap selalu memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, semoga anggota keluarga secepatnya mengetahui keadaan dan keberadaan beliau," terangnya.

Sementara itu, Kalteng Pos mencoba berbincang dengan Subitro. Dirinya mengakui datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan, tetapi selama berada di Muara Teweh, ia harus makan dan tidur di jalanan. Tepatnya di Pasar Gembira Muara Teweh.

"Saya tidak punya anak ataupun istri. Sudah satu tahun di sini, makan minum dapatnya dari masyarakat yang ngasih. Sementara tempat tinggal untuk tidur di jalan-jalan ataupun pasar gembira," katanya.(adl/ila)

You Might Also Like