Pasangan Prabowo-Sandi mengklaim menang 62 persen. Angka itu berdasarkan hasil real count atau hitung manual yang dilakukan tim lebih dari 320.000 tempat pemungutan suara (TPS). (Dery/JawaPos.com)


Klaim angka kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terusa saja berubah. Paling terbaru adalah angka kemenangan yang diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandi yang diajukan ke Mahakamah Konstitusi (MK).

Seperti dalam petitum gugatan perbaikan yang diajukan ke MK pada 10 Juni, disebutkan Prabowo-Sandi mendapatkan 68.650.239 suara. Sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 63.573.169 suara.

Namun pada 14 Juni ini, JawaPos.com mendapatkan keterangan tertulis dari Bambang Widjojanto selakuk ketua Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, yang menyebutkan ‎pasangan nomor urut 02 ini meraih suara sebesar 62.886.362 suara.

“Sehingga perolehan sebenarnya untuk suara pasangan 01 sekitar 62.886.362 atau setara 48 persen dan suara untuk pasangan 02 sekitar 71.247.792 setara 52 persen,” ujar Pria yang akrab disapa BW ini, Jumat  (14/6).

JawaPos.com pun merangkum beberapa perubahan angka kemenangan Prabowo-Sandi terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin. Misalnya pada 17 April 2019 lalu usai perhelatan Pilpres, Prabowo Subianto mengklaim menang 62 persen. Angka itu berdasarkan hasil real count atau hitung manual yang dilakukan tim lebih dari 320.000 tempat pemungutan suara (TPS). Atau sekitar 40 persen TPS ‎di seluruh Indonesia.

Atas klaim kemenangan itu Prabowo Subianto melakukan sujud syukur di depan kediamannya Rumah Kertanegara, Jakarta. Kemudian pada 14 Mei 2019 lalu di Hotel Grand Sahid Jaya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memaparkan kepada publik angka kemenangan pasangan itu di Pilpres 2019.

Tim Pakar BPN Prabowo-Sandi Laode Kamaluddin mengatakan, berdasarkan penghitungan formulir C1, Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh 44,14 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 48.657.483 suara.

Saat dikonfirmasi Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Partonan Daulay mengatakan, berubahnya angka kemenangan pasangan nomor urut 02 ini karena adanya perubahan data yang masuk secara bertahap.

“Jadi ini hanya karena adanya perubahan data yang masuk secara bertahap. Karena perhitungan itu kan bertahap. Tidak semua datanya langsung diterima,” ujar Saleh saat dihubungi, Jumat (14/6).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, perubahan angka-angka itu sangatlah wajar. Ini bukan inkonsistensi angka penghitungan suara. Karena masih adanya data yang masuk. Sehingga BPN ingin memberikan informasi yang paling terbaru.

“Jadi wajar jika ada perubahan dan koreksi sesuai dengan data yang masuk. BPN ini berusaha memberikan informasi yang palin terbaru,” katanya.

Berubahnya angka kemenangan Prabowo-Sandi mendapatkan sorotan dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, diirnya aneh dengan perubahan angka persentase perolehan kemenangan yang disebutkan oleh kubu 02. Itu menandakan Tim Prabowo-Sandi tidak konsisten.

“Ini makin seperti tim yang linglung saking kebingungan tidak punya data dan fakta. Sehingga mereka seperti mengarang,” kata Karding.

Menurutnya, dengan perubahan angka persentase kemenangan ini Anggota Komisi III DPR ini menduga Prabowo-Sandi tidak memiliki kesiapan dalam mengajukan gugatan sengketa Pilpres 2019 ke MK.

“Jadi ini menunjukan mereka tidak siap melakukan sidang di MK. Kalau memang kalah, ya gentle saja, enggak usah seperti itu. Karena akan memperburuk citra Prabowo-Sandi,” pungkas Karding.(jpnn)

 

You Might Also Like