Terduga teroris yang diamankan Polda Kalteng dan Densus 88 mendapat layanan kesehatan dari Biddokkes Polda Kalteng, Rabu (12/6). (HMS UNTUK KALTENG POS)


SEBANYAK 33 terduga teroris yang diamankan Densus 88 Anti Teror bersama Polda Kalteng, ditempatkan di ruangan khusus. Guna menjaga kesehatan terduga teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) terafiliasi ISIS ini, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalteng melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus mengambil sampel DNA dan odontogram (data gigi).



Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Anang Revandoko melalui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan, di samping melakukan penegakan hukum, polisi juga memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada terduga teroris tersebut.

“Kami tetap memberikan layanan kesehatan agar mereka tidak sakit. Jika ada yang sakit, langsung kami obati,” ujar Hendra.

Sementara itu, mewakili Dinas Sosial Kalteng, Yuli Yustanti menyampaikan bahwa pihaknya juga memberikan pelayanan kepada para terduga dalam kasus ini.



“Hari ini (kemarin, red) kami memberikan dua layanan, yakni  assessment (pendampingan) dan layanan dukungan psikososial (LDP),” terang Yuli.

Assessment tersebut akan dibagi dua, yakni pemberian assessment kepada perempuan dewasa dan assessment kepada anak-anak yang terpapar stigma terorisme. Sebelumnya pun sudah dilakukan pengambilan data dasar.



“Dalam assessment ini, kami akan menggunakan teori genogram. Ini dimaksudkan untuk bisa mengetahui asal-usul dan latar belakang keluarga mereka,” pungkasnya. (hms/nue/ce/abe)

Loading...

You Might Also Like