Jajaran pemerintahan kecamatan bersama kepolisian mengecek pemukiman warga yang terkena dampak banjir pada empat desa di Kecamatan Tualan Hulu, Senin (10/6)


SAMPIT – Ada empat desa di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur terendam banjir. Kurang lebih ada 100 rumah warga yang kena dampak banjir akibat hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kotim beberapa hari terakhir.

Pada Senin (10/6), unsur Muspika Tualan Hulu langsung memantau perkembangan air yang merendam sejumlah desa di wilayah tersebut. Setelah didata, ternyata ada empat desa yang terendam air akibat luapan Sungai Tualan Hulu. Yaitu Desa Sebungsu, Tumbang Mujan, Mirah dan Desa Luwuk Sampun.

Camat Tualan Hulu Rusmanto menjelaskan, pihaknya mengecek ke Desa Sebungsu. Masyarakat di wilayah itu terkena dampak meluapnya air Sungai Tualan Hulu. Ada sekitar 20 rumah dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter dari permukaan tanah terkena dampak luapan air sungai tersebut.

Sementara di Desa Tumbang Mujan, ada 73 rumah yang terendam. Sementara 117 rumah lainnya terendam air dalam skala kecil. Ketinggian air di sejumlah wilayah mencapai 70 centimeter.

“Jalan poros Desa Tumbang Mujan berdekatan dengan bantaran Sungai Tualan Hulu juga terkena imbas dari banjir. Sehingga jalan desa sepanjang kurang lebih 1 kilometer terendam air,” kata Rusmanto kepada Kalteng Pos, Selasa (11/6).

Selanjutnya di Desa Mirah. Tidak semua rumah penduduk di desa itu yang terkena dampak meluapnya sungai. Hal ini dikarenakan desa tersebut sedikit berbukit. “Sekitar 30 rumah saja yang terkena banjir dan ketinggian air hanya mencapai 40 centimeter,” ungkapnya.

Yang terakhir di Desa Luwuk Sampun. Di tempat ini memiliki struktur tanah tinggi. Tapi sebagian masyarakat masih ada yang bertempat tinggal di kampung lama (Luwuk Sampun). Masyarakat yang bertempat tinggal di kampung lama itu terkena dampak meluapnya sungai. “Ada sekitar 6 rumah dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter dari permukaan tanah,” ujarnya.

Meski keberadaan air masih tergolong tidak mengkhawatirkan, namun dikhawatirkan akan terus bertambah. Karena masih sering terjadi hujan. “Saya juga menyampaikan agar masyarakat tetap waspada dan selalu berhati-hati jika melakukan aktivitas di Sungai Tualan Hulu. Jika ada hal yang penting, langsung saja menyampaikan kepada aparat pemerintahan desa setempat. Kami akan selalu memantau dan aktif menyikapi masalah banjir di Tualan Hulu ini,” pungkasnya. (rif/ens/ctk/nto)

You Might Also Like