Nenie A Lambung


PALANGKA RAYA–Ketua RT maupun RW di Kota Palangka Raya diminta secara selektif untuk mendata para pendatang-pendatang baru yang ada di wilayahnya masing-masing. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Nenie A Lambung.

“Pendataan disamping untuk mempermudah data kependudukan, di sisi lain akan mempermudah pemantauan dan termonitornya aktivitas warga di suatu lingkungan RT/RW,”kata Nenie A Lambung, yang merupakan Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya ini, Selasa (11/6).

Selain itu, Nenie menilai dengan pendataan akan diketahui warga-warga pendatang, ketika ingin berdomisili di suatu lingkungan. Masyarakat pun akan mengetahui status kependudukanya. “Bila tidak ada pendataan bisa saja warga akan bertanya-tanya, bahkan bisa menjadi resah manakala warga pendatang bahkan orang tersebut bersikap tertutup dan tidak mau bergaul,”tutur Nenie.

Terlepas dari hal itu, menurut Nenie, adalah perlunya dilakukan pengawasan bersama terhadap keberadaan para pendatang di setiap lingkungan masyarakat. “Dalam konteksnya pengawasan dan pemantauan kondisi lingkungan, bukan hanya tugas RT/RW saja melainkan semua warga lingkungan,”cetusnya.

Nenie mencontohkan seperti peristiwa adanya penggerebekkan yang dilakukan aparat terhadap sejumlah oknum yang diduga teroris di Jalan Pinus Permai III RT 03, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut Palangka Raya. Bahkan warga sekitar terkejut dan tidak mengetahui karena tidak saling kenal.

“Itu menjadi pelajaran di setiap lingkungan warga juga memiliki tanggungjawab secara bersama untuk peka dan peduli kondisi lingkungan,”terang politikus PDI Perjuangan ini.

Ia mengharapkan setiap warga harus memiliki kepekaan dalam menjaga kekondusifan lingkungannya masing-masing. “Intinya, jangan lengah. Warga harus ikut aktif menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan masing-masing. Apabila ada sesuatu yang mencurigakan lapor ke aparat berwajib baik TNI maupun Polri,”tutupnya. (ena/ila)

You Might Also Like