A (kiri) dan T (kanan) dua terduga teroris sisa pengikut kelompok Abu Hamzah yang merakit bom di Gunung Salak Aceh.


PALANGKA RAYA – Tim Densus 88 dan Polda Kalteng mengamankan 15 orang terduga teroris di wilayah Kota Palangka Raya, Senin (10/6/2019). Dan dua dari 15 orang tersebut, ternyata merupakan sisa-sisa anggota kelompok teroris Abu Hamzah.

Hal itu disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Polisi Anang Revandoko saat menggelar konferensi pers di Mapolda Kalteng, Selasa (11/6/2019) sore.

Dua orang yang berinisial T dan A tersebut, jelas Anang, sudah merupakan DPO yang diketahui sebagai pengikut Abu Hamzah, kelompok teroris yang merakit bom di Gunung Salak Aceh.

Kedua orang tersebut berhasil diamankan bersama anggota keluarganya di barak Jalan Pinus Permai III Palangka Raya, Senin (10/6/2019) sore.

"Mereka ini tergabung dalam kelompok jaringan Uzla yang merupakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sudah sumpah setia kepada Abu Bakr al-Baghdadi, pimpinan Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS," beber Anang.

Dua terduga teroris berinisial T dan A ini, imbuh Anang, juga pernah melakukan pelatihan di Aceh.

"Mereka ini diamankan bersama yang lain yakni ada anak dan istri juga. Mereka ini rencananya akan bergeser ke Jakarta dan kemudian ke Sumatera untuk mencari lokasi Uzla yang baru. Intinya ini masih proses pendalaman lebih lanjut," tuturnya.

Kelompok Abu Hamzah adalah pendukung kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang tercerai berai pascapenangkapan besar-besaran oleh tim Densus 88 Antiteror Polri usai teror bom bunuh diri di Surabaya.

Husain alias Abu Hamzah yang telah ditangkap Tim Densus 88 di kawasan Sibolga, Sumatera Utara pada Selasa (12/3/2019), diketahui sebagai salah satu anggota intelektual yang memiliki kemampuan untuk merakit bom dan mempengaruhi rekannya dalam kelompok jaringan tersebut. Dia bergabung dalam jaringan JAD yang berafiliasi dengan ISIS. (atm/nto)

Loading...

You Might Also Like