ILUSTRASI/NET


BUNTOK–Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Barito Selatan (Barsel), menyebutkan bahwa ada satu perusahaan di Kabupaten Barsel ini yang belum membayar Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap karyawannya.

"Hal tersebut berdasarkan pengaduan dari seorang karyawannya kepada pihak kami," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Barsel, Agus In'Yulius kepada Kalteng Pos, Senin (10/6).

Ia mengatakan, perusahaan yang belum membayarkan THR bagi karyawannya tersebut bergerak di bidang angkutan batubara yang beroperasi di Desa Palurejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai.

"Untuk itu, kami akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Disnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah, karena untuk penindakan adalah kewenangan pihak provinsi," ujar Agus sembari tidak menyebutkan nama perusahaan yang belum membayarkan THR bagi karyawannya tersebut.

Padahal, menurut dia, sebelumnya Bupati Barsel H Eddy Raya Samsuri telah mengeluarkan surat edaran nomor 252/Disnakertrans/V/2019 pada 15 Mei 2019 terkait hal itu kepada seluruh BUMN, BUMD, Perbankan, dan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Barito Selatan untuk membayarkan THR kepada karyawannya.

Surat edaran tersebut diterbitkan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 78/2015 tentang pengupahan, dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Surat edaran bupati tersebut, tambah dia,  telah disampaikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perusahaan swasta yang ada di Barsel ini.

“Pastinya dengan berakhirnya lebaran tahun ini, kami berharap perusahaan yang diketahui belum membayar THR bagi karyawannya itu, sudah membayarkannya. Namun jika belum juga, maka akan ada tindakan tegas,” ujarnya mengakhiri.(ner/ila)

You Might Also Like