Keluarga Penghuni Lapas Klas IIB Pangkalan Bun berkunjung saat lebaran idulfitri, beberapa waktu lalu. (SONY/KALTENG POS)


Momentum idulfitri 1440 Hijiriah juga dirasakan oleh para penghuni Lapas Klas IIB Pangkalan Bun.  Mereka bisa tersenyum bahagia, karena masih diberi kesempatan untuk bisa merayakan lebaran dengan keluarganya, meskipun hanya berlangsung sekitar tiga jam saja berkumpul.  

 

SONY, Pangkalan Bun


SEJAK Rabu (5/6) sekitar pukul 07.30 wib, ratusan warga tampak memenuhi halaman Lapas Klas IIB Pangkalan Bun, meskipun jam kunjungan baru dibuka pukul 08.00 wib. Pada hari raya idulfitri kali ini, sanak keluarga para penghuni Lapas tidak sabar bertemu dengan mereka yang sedang menjalani hukuman di dalam penjara.  



Beberapa orang terlihat menangis bersimpuh di kaki orang tuanya. Mereka mengaku menyesal, karena pernah berbuat salah sehingga harus berada di dalam Lapas. Pemandangan yang cukup haru terlihat secara nyata, apalagi anak-anaknya ikut hadir melepas kangen dengan ayah atau ibunya yang harus berada di balik jeruji besi.

Lapas Pangkalan Bun jauh-jauhari telah mengantisipasi bakal banyaknya pengunjung pada momen-momen tertentu. Membeludaknya jumlah pengunjung pada hari lebaran ini, membuat pihak Lapas Klas IIB Pangkalan Bun melakukan pengawasan ekstra ketat. Pengunjung dikasih cap pada tangannya, sedangkan napi mengenakan rompi warna oranye. Waktu kunjungan pun dibuka dua sesi, yakni sesi pagi dan siang. Kunjungan pagi dibuka dari pukul 08.00 hingga 11.00 wib.


Pada sesi pagi, total ada 625 orang warga yang ingin menemui keluargannya yang menghuni tahanan. Pagi itu ada sekitar 124 napi yang bisa berlebaran dan bertemu dengan sanak keluarganya,  terdiri dari 76 napi narkoba, 47 pidum dan 1 tipikor. Kemudian bergeser pada sesi siang yakni dari pukul 13.30 wib-15.30 wib ada 817 pengunjung. Total pada hari pertama lebaran jumlah pengunjung sebanyak 1.442 orang.

"Apa yang dilakukan sudah menjadi agenda tahunan pada saat momen idulfitri. Warga binaan mendapatkan kunjungan dari sanak familinya. Mereka bisa merayakan hari bahagia tersebut bersama anak istrinya. Walaupun hanya beberapa jam saja, " kata Kepala Lapas Klas II B Pangkalan Bun Kusnan kepada Kalteng Pos, kemarin (8/6).

Ribuan warga yang membesuk, kata dia, semuanya bisa bertemu dengan sanak familinya. "Momen lebaran ini memang benar-benar dimanfaatkan baik bagi para warga binaan atau keluarga yang ingin melepas rindu,"katanya.

Kondisi Lapas saat ini, kata dia, berbeda semua disesuaikan agar anak-anak yang hadir juga mendapatkan ruang saat berada di Lapas. Hal ini dilakukan agar mereka juga bisa bermain dan tidak berbaur dengan warga binaan.

"Makanya kami siapkan taman bermain bagi balita dan anak-anak yang ikut hadir disana. Supaya mereka tidak merasa takut dan terkesan angker,"ujarnya.

Lapas juga menyiapkan tenda di tengah lapangan dan memberikan hiburan musik yang dimainkan oleh warga binaan untuk menghibur pengunjung. (*/ala) 

You Might Also Like