ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng memprediksi bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) serentak 17 April lalu berpotensi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk wilayah Kalteng, diperkirakan ada dua daerah yang menjadi materi gugatan.

“Kemungkinan gugatan ada di dua tempat, yakni di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas (Gumas),” ucap Komisioner Divisi Teknis KPU Kalteng Sastriadi, baru-baru ini.

Sastriadi menjelaskan, berkaitan dengan potensi gugatan tersebut, pihaknya belum bisa memastikan materi gugatan untuk dua wilayah itu. Sebab, lanjutnya, saat ini masih dalam tahap pengajuan permohonan. Karena itulah pihaknya belum bisa mereka-reka soal materi gugatan.

“Karena tahap awalnya hanya secara global. Contohnya, di Kalteng ada gugatan. Itu saja yang tertera,” terangnya.

Ditambahkannya, setelah adanya pemeriksaan dan perbaikan kelengkapan permohonan, maka saat itulah baru akan diketahui detailnya, soal daerah mana saja atau jenis apa yang digugat saat proses pemilu beberapa waktu lalu.

“Di sana nantinya akan diterangkan sampai detail, mulai dari jenis perkara, lokasi pelanggaran, maupun TPS manayang dipersoalkan. Pokoknya akan tahu setelah ada perbaikan itu,” kata Sastriadi.

Dikatakannya, yang melaporkan gugatan adalah peserta pemilu, dalam hal ini parpol di tingkat pusat, yang meneruskan laporan atau gugatan dari daerah. Dan untuk dua daerah itu gugatannya berasal dari peserta pemilu calon legislatif.

“Kalau tidak salah dari caleg yang menggugat. Kami tentu akan menunggu dari tingkat MK sampai dengan sidang putusannya,” tukas Sastriadi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah mengatakan, sejauh ini hasil pemilu serentak di Kota Palangka Raya tidak digugat ke MK. Dengan demikian tinggal menunggu penetapan dari provinsi.

“Berdasarkan aturan, penetapan bisa dilakukan dua atau tiga hari setelah penepatan kursi di tingkat provinsi. Tentunya kami akan menunggu penetapan oleh provinsi terlebih dahulu. Setelah itu barulah dilakukan penetapan untuk tingkat kota,” pungkasnya. (ari/ce/ala) 

You Might Also Like