Kantor Pegadaian di Jalan Achmad Yani, Sampit, ramai dikunjungi warga pada H-9 Lebaran, Rabu (29/5)


SAMPIT - Kebutuhan uang tunai biasanya meningkat saat Lebaran. Salah satu cara untuk mendapatkan uang tunai adalah mendatangi kantor pegadaian terdekat.

Seperti yang terlihat di Kantor Pegadaian Sampit. Kantor yang terletak di Jalan Achmad Yani Nomor 28, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu mendadak ramai, beberapa hari terakhir menjelang Idulfitri 1440 Hijriah. Sebab kunjungan warga Kotim dalam satu hari bisa mencapai 50 sampai 70 orang. Kebanyakan warga menggadaikan emas atau perhiasan, disusul barang lain seperti elektronik dan kendaraan bermotor.

Kepala Cabang PT Pegadaian Sampit Arif Rachman menjelaskan, sejak Senin (27/5) yang lalu kantornya tidak pernah sepi dari kunjungan masyarakat. “Mereka datang ada yang menggadaikan barang berharganya, misalnya emas dan perhiasan yang lainnya. Ada juga yang membayar tebusan beberapa waktu lalu dilakukan. Dari catatan kami, hampir 50-70 orang yang datang untuk melakukan transaksi di Pegadaian ini setiap hari,” kata Arif kepada Kalteng Pos, Rabu (29/5).

Ada beberapa alasan warga datang ke Kantor Pegadaian ini. Salah satu alasan karena keperluan untuk hari raya Idulfitri 1440 H. “Bukan hanya di 2019 ini saja, di tahun sebelumnya pegadaian tidak pernah sepi dari aktivitas warga untuk bertransaksi. Ada juga yang menggadai perhiasan untuk keperluan pulang kampung dan ada juga menyimpan emas atau perhiasan di pegadaian ini agar lebih aman. Takut jika ditinggalkan di rumah. Mereka menggadai sebelum Lebaran dan sesudah Lebaran akan ditebus lagi,” ungkapnya.

Selama 3 hari ini, peredaran uang di Pegadaian Sampit mencapai Rp 1 Miliar dan banyak nasabah yang melakukan tebusan. Untuk yang menggadai lebih sedikit, sebab banyak warga pulang kampung dan untuk keperluan mudik. “Ada juga yang melakukan tebusan untuk kegiatan industri rumah dan biasanya untuk THR buat anak buahnya,” jelasnya.

Menurut Arif Rachman, pola yang terjadi selama ini adalah kecenderungan  masyarakat ramai menggadaikan barang 2 minggu awal Ramadan. Selanjutnya, mayoritas barang yang digadai ialah emas, perhiasan, baru disusul elektronik dan kendaraan. "Tetap emas perhiasan 97%, kemudian elektronik, ponsel, baru diikuti kendaraan dan lain-lain," ungkapnya.

Arif menambahkan, masyarakat banyak datang ke pegadaian kemungkinan dari segi efesiensi waktu transaksi dan pencairannya. “Artinya, jika berkas lengkap maka akan segera ditindaklanjuti. Perlu dicatat, PT Pegadaian ini adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah lama berdiri, bahkan sebelum kemerdekaan,” pungkasnya. (rif/ens/ctk/nto)

Loading...

You Might Also Like