Minyak zaitun. (foto: net)


DISADARI atau tidak, manfaat minyak zaitun sebanding dengan harganya yang relatif lebih mahal dari harga jenis minyak masak lainnya. Oleh karena itu, Anda sebenarnya tak perlu ragu merogoh kocek agak dalam demi bisa mendapatkan manfaat sehat dari minyak zaitun untuk mengolah menu makan sehari-hari.

Berubahnya waktu dan pola makan saat puasa rentan membuat asupan nutrisi juga terganggu. Dengan menyiapkan makanan buka puasa yang sehat – salah satunya dengan mengolah masakan menggunakan minyak zaitun – sebagian masalah nutrisi ini bisa teratasi.

Minyak zaitun sangat dianjurkan menjadi bahan dasar untuk mengolah segala sajian buka puasa. Ini karena minyak sehat tersebut dapat memberikan manfaat berupa:

1. Menangkal radikal bebas

Minyak zaitun mengandung antioksidan polifenol yang dapat membantu tubuh menangkal radikal bebas, sehingga Anda terhindar dari penyakit kanker dan lain sebagainya.

Dalam 1 sendok makan minyak zaitun, terdapat lemak total 14 gram dengan proporsi lemak jenuh 1,9 gram, lemak tak jenuh rantai ganda 1,4 gram, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 10 gram.

2. Memelihara kesehatan jantung

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang paling tinggi dibandingkan minyak masakan lainnya, yakni sebesar 77%. Hal itu membuat minyak zaitun mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga Anda bisa terhindar dari penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, serangan jantung dan stroke.

3. Membantu memelihara kesehatan otak

Sebuah penelitian di Lewis Katz School of Medicine di Temple University (LKSOM) telah mengidentifikasi ramuan khusus yang mampu melindungi seseorang dari penurunan daya ingat. Ramuan ini adalah minyak zaitun. Melalui sebuah penelitian yang diterbitkan di Annals of Clinical and Translational Neurology, para peneliti menemukan bahwa minyak zaitun mampu melindungi memori, meningkatkan kemampuan belajar, serta mengurangi pembentukan plak di otak.

“Kami menemukan bahwa minyak zaitun mengurangi peradangan otak. Namun yang terpenting juga bisa mengaktifkan proses yang dikenal sebagai autophagy,” kata Profesor Center for Translational Medicine di LKSOM, Domenico Praticò, MD.

Autophagy adalah proses pemeliharaan di dalam tubuh yang digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang bagian sel yang rusak. Kurangnya autophagy disebut-sebut sebagai penyebab penumpukan sel rusak dan penuaan dini.

4. Bisa disesuaikan dengan selera

Terdapat beberapa jenis minyak zaitun yang dijual di pasaran, antara lain: minyak zaitun extra-virgin yang berarti hanya melalui satu kali proses, dan minyak zaitun murni.

Minyak zaitun extra-virgin hanya bisa digunakan sebagai bahan saus atau salad dressing dan tidak bisa digunakan untuk memasak karena tidak mampu bertahan di suhu yang tinggi. Untuk menggoreng dan menumis, minyak zaitun murni adalah pilihan yang tepat.

5. Tidak cocok untuk deep frying

Dikatakan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, minyak zaitun memiliki titik didih yang rendah. Oleh karena itu, minyak sehat ini tidak cocok digunakan untuk metode deep frying alias memasak makanan dalam rendaman banyak minyak.

“Ya, bila digunakan untuk menggoreng deep frying, minyak zaitun dapat teroksidasi dan justru berbahaya bagi kesehatan,” jelas dr. Nadia.

Karena tidak cocok digunakan untuk deep frying, otomatis keinginan Anda untuk membuat gorengan juga semakin hilang. Jadi, makanan yang Anda sajikan akan jauh lebih sehat.

Manfaat minyak zaitun untuk kesehatan amat beragam. Saat Anda menjalankan ibadah puasa seperti sekarang, asupan nutrisi bagi tubuh sangat penting. Oleh karenanya, memilih minyak zaitun untuk mengolah sajian buka puasa adalah alternatif yang bisa Anda coba. (KLIKDOKTER/KPC)

Loading...

You Might Also Like