Penggunaan kondom disinyalir bisa mencegah penularan berbagai penyakit menular seksual (PMS) seperti penyakit gonore ataupun HIV/AIDS. Tak hanya itu, kondom juga dikatakan dapat mencegah kanker serviks. Benarkah demikian?

Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyumbang angka kematian tertinggi di kalangan wanita. Sayangnya, semua wanita berisiko mengalami kanker serviks, dan risiko lebih tinggi dimiliki wanita yang aktif secara seksual.

Kanker serviks merupakan pertumbuhan dan perubahan sel yang abnormal (sel kanker) pada leher rahim. Penyebabnya adalah human papilloma virus (HPV), khususnya HPV 16 dan HPV 18 yang paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual dan pertukaran cairan tubuh.

Artinya hubungan seksual yang tidak sehatlah yang berperan sangat besar dalam menularkan kanker ini.

Perlu diketahui penggunaan kondom tidak bisa seratus persen mencegah siapa pun untuk terkena PMS ataupun kanker serviks. Walaupun penggunaannya sangat disarankan dan dapat menurunkan angka penularan, pola seks yang sehat dan tidak bergonta-ganti pasangan menjadi tetap menjadi kunci pencegahan penyakit ini.

Faktor risiko kanker serviks

Karena begitu parahnya penyakit ini, ada baiknya Anda mengenali faktor risikonya terlebih dahulu untuk mencegah penyakit kanker serviks:

1. Tidak menjaga kebersihan tubuh dan organ intim

Tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual atau penetrasi penis ke dalam vagina, virus HPV dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. Misalnya ketika virus menempel pada jari tangan, kemudian tangan yang terkontaminasi tidak sengaja memegang daerah vagina, di situ bisa pula terjadi penularan.

2. Hubungan seks di usia muda

Kondisi alat reproduksi yang belum matang sempurna pada wanita muda lebih berisiko terinfeksi virus HPV.

3. Sering bergonta-ganti pasangan

Gaya hidup seks bebas ataupun mereka yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) berisiko lebih besar mengalami kanker serviks.

4. Tidak mendapatkan vaksinasi HPV

Pemberian vaksin HPV saat anak berusia 9-25 tahun memiliki efektivitas proteksi sebesar 90 persen. Ketika diberi di usia 26 tahun, maka efektivitas vaksin turun jadi 80 persen. Efektivitas juga menurun saat wanita sudah melakukan hubungan seksual.

5. Imunitas tubuh yang turun

Infeksi HPV juga lebih mudah menyerang orang yang imunitas atau kekebalan tubuhnya sedang menurun.(klikdokter)

Loading...

You Might Also Like