Markus


PULANG PISAU – Markus (57) harus berurusan dengan hukum. Oknum PNS guru SD di Desa Buntoi itu harus berhadapan dengan hukum lantaran melakukan pemerasan dan ancaman terhadap Muslih (67) di atas feri Mintin-Anjir Sampit, Jumat (17/5) lalu.

“Saat itu korban turun dari dalam mobil. Tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dan langsung membuka pintu mobil milik korban dan merampas satu buah mobil Toyota Sigra,” kata Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yowono BPM melalui Kapolsek Kahayan Hilir, Iptu Sugiharso, Selasa (21/5) pagi.

Namun, lanjut dia, korban mempertahankan mobilnya sehingga terjadi pertengkaran. “Korban berhasil mempertahankan mobilnya namun , pelaku juga berhasil mengambil satu buah kunci kontak mobil milik korban dengan paksa,” ungkap Sugiharso.

Korban ketika menghalangi dan terus melawan dengan  mendekap pelaku menggunakan tangan kanannya. “Saat kejadian, pelaku sempat mengancam korban dengan mengatakan, ‘kamu minta saya bunuhkah?” ujar Sugi menirukan.

Saat itu, lanjut dia, pelaku juga sempat melontarkan kalimat;  ini kunci sepeda motor dan motor saudara (jaminan utang sebelumnya), kalau saudara sudah punya uang 10 juta malam ini silahkan ambil mobilnya.

“Akibat perlawanan korban dan ada saksi-saksi yang melerai, maka pelaku langsung pergi turun dari feri tersebut dengan membawa kunci mobil milik korban. Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kahayan Hilir,” tandasnya. (art/OL/nto)

You Might Also Like