ILUSTRASI/NET


BUNTOK–Warga Kabupaten Barsel, terutama bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa diimbau untuk memperhatikan kualitas air untuk keperluan sehari-hari. Pasalnya, penyakit yang sering muncul, biasanya dari kuman dan bakteri yang terkandung di dalam air.

“Harus jeli dan teliti menggunakan air, apabila tidak bersih mengakibatkan gangguan kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel dr Djulita K Palar, Senin (20/5).

Menurutnya, air yang bersih, dapat dilihat dari pencitraan secara awam. Air yang bersih, lanjutnya, tidak beraroma, bening, dan tidak memiliki rasa. Diharapkan sebelum diminum, air dimasak terlebih dahulu. 

Djulita menjelaskan, untuk warga yang bermukim di pinggiran sungai dan memanfaatkan air itu untuk keperluan sehari-hari diperlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Ia berpesan, air harusnya diendapkan dan digunakan tawas (penjernih air, red).

”Apabila digunakan untuk mandi, maka air itu aman bagi kulit,” tegasnya.

Sementara untuk minum, warga hendaknya memanfaatkan air kemasan isi ulang atau air dari sumur. Pasalnya, kualitas air sungai saat ini berbeda dengan dahulu dan telah terkontaminasi sampah yang dibuang sembarangan dan zat berbahaya lainnya.

Pria yang akrab disapa Djul itu menambahkan, perlu ada perubahan pola pikir masyarakat, terkait fungsi alam di saat ini. Pertumbuhan penduduk yang pesat, tambahnya, telah merubah ekosistem, termasuk kualitas air. Imbauan yang diberikan merupakan upaya bersama dalam meningkatkan derajat masyarakat. Karena mencegah lebih baik dari mengobati.

Pihaknya juga melaksanakan berbagai program pembangunan, seperti pengadaan sumur dan sarana air bersih bagi masyarakat, serta mengoptimalkan peran pustu dan polindes untuk menjangkau pelayanan ke pelosok desa.(ner/ila)

You Might Also Like