Sejumlah anggota DAD Kotawaringin Barat menggelar aksi menolak gerakan people power di Pangkalan Bun, Senin (20/5/2019)


PANGKALAN BUN - Menjelang pelaksanaan pengumuman hasil Pemilihan Presiden yang akan dilakukan pada 22 Mei 2019 berbagai upaya terus dilakukan agar bisa aman dan kondusif. Walaupun berbagai informasi atau rencana adanya People Power mendapat berbagai penolakan khususnya diwilayah Kabupaten Kobar. 

Seperti yang dilakukan Dewan Adat Dayak (DAD) melakukan aksi damai di Bundaran Pancasila beberapa waktu lalu. Acara yang berjalan aman dan kondusif ini dijaga ketat anggota kepolisian.

Sekretaris Umum DAD Kobar Wendi Soewarno mengatakan, pihaknya menurunkan sebanyak 70 orang dalam kegiatan tersebut. Aksi ini sendiri sebagai benruk menolak keras gerakan People Power yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.  Untuk itu hendaknya masyarakat agar dapat  menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

"Secara tegas kami menolak kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban NKRI. Kondisi yang sudah aman dan kondusif seperti ini tetap dapat terjaga,"katanya.

Sementara itu Kapolres Kobar AKBP Arie Zulkarnain,  SIK, M.Si melalui Kapolsek Arsel AKP Rendra Aditya mengatakan, Polres Kobar bersama Polsek Arsel melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi damai guna mencegah terjadinya keributan. 

"Alhamdulilah kegiatan berjalan aman dan lancar karena kegiatan aksi damai ini dilokasi keramaian. Kami tidak ingin nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"ungkapnya.(son/ol/nto)

You Might Also Like