Ilustrasi. (foto: net)


KUALA LUMPUR – Kepolisian Malaysia mengatakan, bahwa kedua warganya yang ditangkap terkait sel militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), tengah merencanakan serangan terhadap gereja-gereja di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.

Inspektur Polisi Jenderal Abdul Hamid Bador yang merupakan Kepala Kepolisian Malaysia sebelumnya mengungkapkan, bahwa Keduanya juga diduga berencana menyerang tempat ibadah warga minoritas di Malaysia.

Kedua tersangka asal Malaysia tersebut bernama Muhammad Syazani Mahzan (27) dan Muhamad Nuurul Amin Azizan (27), yang disebut sebagai pakar bom ini, pernah melakukan pengintaian terhadap sejumlah gereja di Yogyakarta.

“Kedua tersangka telah meninjau sejumlah gereja di Yogyakarta, Indonesia untuk melancarkan serangan,” kata Abdul Hamid seperti dilansir The Star, Jumat (17/5).

Terlebih kata dia, dua dari tiga terduga militan ISIS yang ditangkap pada Selasa (14/5) waktu setempat, pernah belajar merakit bom bersama Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Yogyakarta tahun 2018 lalu.

“Dua tersangka ini pernah mengikuti latihan merakit bom di Yogyakarta tahun 2018 yang digelar oleh kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui bahwa, JAD telah menyatakan sumpah setia pada ISIS dan dianggap bertanggung jawab atas serentetan bom bunuh diri di gereja-gereja Surabaya tahun lalu.

“Mereka belajar bagaimana caranya membuat Triacetone triperoxide (TATP), yakni bom rakitan yang bisa dibuat dengan mudah dengan reagen (bahan kimia) yang gampang didapat dan sulit dideteksi” jelasnya.

Kepolisian Malaysia menyebut Muhammad Syazani dan Muhamad Nuurul ditangkap setelah menyerahkan diri ke polisi setempat, usai keluarga mereka bersedia bekerja sama dengan otoritas Malaysia.

Keduanya merupakan, anggota sel teror berbeda dan tidak tergabung dengan sel ‘kawanan serigala’ terkait ISIS yang dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat bulan suci Ramadhan.

Empat anggota sel ‘kawanan serigala’ bersama Nuruddin Alele, WNI yang ditangkap pada hari yang sama dengan dua warga Malaysia itu, diduga merencanakan serangan terhadap tempat-tempat ibadah non-muslim di Klang Valley, juga terhadap tempat-tempat hiburan di Malaysia.

Selain merencanakan serangan teror, mereka juga berencana membunuh tokoh penting atau target VIP yang dianggap gagal ‘melindungi kesucian Islam’. Target VIP yang dimaksud tidak disebut lebih lanjut oleh polisi Malaysia. (der/fin/kpc)

You Might Also Like