Nasruddin AM


PEREMPUAN Muslim di seluruh dunia hidup dalam keadaan yang berbeda dalam kesehatan khususnya perempuan yang hamil, Islam tidak akan begitu kejam untuk memaksakan berpuasa pada orang-orang yang memiliki kesehatan yang buruk atau gizi buruk.

Kenyataannya adalah bahwa manfaat puasa pada kehamilan bervariasi tergantung dari kondisi tubuhnya masing-masing. Islam memperbolehkan berpuasa pada perempuan hamil yang sehat dan memungkinkan asupan gizinya terpenuhi walaupun hanya sahur dan berbuka.

Dalam Islam, periode aman berpuasa bagi wanita hamil pada trisemester 1 dan 2 (di 4 – 6 bulan) dan kemudian tergantung pada kesehatan wanita hamil serta ada izin dan pengawasan dari dokter kandungan.

Dalam kondisi hamil, perempuan yang berpuasa sangat ditentukan oleh tingkat gula dalam darah. Untuk diketahui, janin mempunyai persentase konsumsi gula sekitar 6 miligram (mg) setiap kg berat janin permenit. Persentase ini sama dengan tiga kali lipat dari yang dikonsumsi oleh orang dewasa.

Hasil penelitian menunjukkan persentase gula dalam wanita hamil mengalami kecenderungan menurun, namun tidak menyebabkan bayi lahir rendah. Didapatkan hasil dari suatu penelitian yang mengaitkan hubungan janin terhadap efek puasa tidak menimbulkan bayi menjadi bayi lahir rendah. Hal ini terkait dalam kondisi sang ibu yang berpuasa dan asupan makanan yang dibutuhkannya tercukupi.

Perempuan hamil yang dianjurkan untuk tidak berpuasa jika:

1.       Menurunnya tekanan darah, sampai yang bersangkutan pingsan, pusing, atau hilangnya konsentrasi.

2.       Muntah yang berkelanjutan, khususnya sampai 1/3 awal dari masa kehamilan. Muntah tersebut menyebabkan hilangnya cairan dan garam mineral, seperti sodium dan potassium. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pencernaan dan hilangnya nafsu makan.

3.       Konsumsi tablet yang meningkatkan pembentukan kemih pada saat terjadi pembengkakan pada kedua kaki yang bukan disebabkan sebagai gejala keracunan kehamilan. Pada saat inilah tablet itu bekerja menghilangkan unsur potassium yang berbahaya bagi tubuh.

Oleh karena itu, penting sekali bagi orang yang mengalami gangguan untuk tidak mengonsumsi makanan yang kaya dengan unsur potassium, seperti jeruk, pisang, dan tomat diharapkan makanan itu dapat meringankan perasaan tertekan yang menimpanya, karena kurangnya kadar potassium dalam darah

4.       Terjadinya perdarahan yang dirasakan pada saat kehamilan, baik ⅓ awal maupun ⅓ akhir dari masa kehamilan.

5.       Penyakit yang dirasakan pada saat dalam kondisi hamil, terutama penyakit ginjal. Hal ini disebabkan pada penderita ginjal, maka akan terjadi pemusatan urine pada saat yang bersangkutan berpuasa dalam kondisi udara sangat panas. Ini akan berakibat fatal dan berbahaya pada penyakit ginjal yang dideritanya. Begitu pula penyakit jantung, penyakit diabetes yang tidak teratur, dan penyakit membesarnya kelenjar gondok yang juga membahayakan.

6.       Keguguran yang terjadi berulang kali atau kelahiran prematur. Ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak mengonsumsi makanan dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat terjadinya keuguguran atau kelainan prematur.

7.       Mengalami keracunan yang ditunjukkan dengan meningkatnya tekanan darah dan bertambahnya berat badan yang disertai dengan pembengkakan pada kedua kaki. Hal itu sebagai akibat dari tertahannya cairan dan garam yang dibarengi dengan peningkatan kadar protein pada air seni.

Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa. Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sebagaimana dalam ayat: (Al-Baqarah (2):184)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” (al-Majmu’: 6/177).

Tips jika seorang perempuan hamil ingin berpuasa, yaitu:

1.       Minum sebelumnya. Alasan yang paling mungkin merasa kurang sehat saat berpuasa adalah dehidrasi. Pastikan untuk makan dengan baik dan minum banyak cairan sebelum matahari terbit. Protein dan lemak akan membuat tetap bersemangat. 2. Istirahat untuk menghemat energi dan cairan, jika merasa pusing sebaiknya berbuka karena dapat membuat keadaan bayi tidak baik.

2.       Jika merasa pusing sebaiknya berbuka untuk minum cairan. Jika otak tidak mendapatkan cukup aliran darah dan oksigen bayi akan dalam keadaan tidak baik. Berbaring di tempat yang layak di manapun berada, jika merasa lemas, minumlah sampai merasa lebih baik. Jika air putih tidak bekerja, mungkin perlu sesuatu pengganti cairan yang terdapat asupan gizi yang cukup di dalamnya, seperti jus atau makanan.

3.       Jika telah ada kontraksi rahim, harus minum beberapa cairan. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi dan berpotensi persalinan prematur. Waktu yang paling sensitif dalam kehamilan pada trimester akhir. Jika kontraksi tidak berhenti dengan istirahat dan cairan segera ke rumah sakit. 5. Berbukalah dengan air secara perlahan-lahan. Makan makanan ringan yang mengandung Karbohidrat karena mudah dicerna, barulah makanan berlemak yang paling sulit untuk dicerna. (*)

(Penulis adalah Spesialis Kandungan, Rumah Sakit Ibnu Sina)

Loading...

You Might Also Like