Petugas mengevakuasi jenazah Doni Prastya, napi di Rutan Klas II A Palangka Raya yang ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tahanan, Rabu (15/5/2019). (HENI/KPC)


PALANGKA RAYA – Kasus narapidana (napi) bunuh diri kembali terjadi di rumah tahanan (rutan) Klas IIa Palangka Raya. Kali ini, aksi gantung diri dilakukan seorang bernama Doni Prastya.

Napi kasus narkoba itu ditemukan gantung diri di dalam kamar mandi Blok 3 Rutan pada Rabu (15/5/2019) petang sekitar pukul 18.00 Wib.

Pria berumur 24 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa dengan tali tambang warna putih terjerat di lehernya.

Kasatreskrim Polres Palangka Raya, AKP Harman Subarkah mengungkapkan, sebelum ditemukan tak bernyawa, Doni yang merupakan penghuni Blok B8 izin numpang mandi di Blok 3.

“Namun setelah beberapa lama ditunggu, dia tidak keluar-keluar dari kamar mandi. Setelah di cek ternyata korban sudah dalam kondisi tergantung di tali tambang yang diikatkan di teralis kamar mandi,” beber Harman.

Berdasarkan hasil visum, lanjut kasatreskrim, kematian pemuda yang menjalani vonis 4,6 tahun penjara itu murni akibat bunuh diri.

"Tali yang digunakan adalah tali celana korban. Setelah di visum, ini murni gantung diri, tidak ada bekas memar yang lain," kata Harman.

“Murni gantung diri. Tidak ada tanda kekerasan,” tegasnya.

Sementara, Karutan Palangka Raya Akhmad Zaenal Fikri melalui KPLP Oktario mengatakan jika korban ditemukan saat temannya hendak mandi di sore hari.

“Korban memang sering numpang mandi di sel temannya. Tidak ada yang tahu, korban tidak pernah curhat dan tidak ada perubahan perilaku,” ucapnya.

Kasus kematian napi dengan cara bunuh diri ini bukan yang pertama kali terjadi di Rutan Klas IIA Palangka Raya. Pada 2018 lalu tercatat dua napi ditemukan nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di balik terali besi.

Pada Juli 2018, seorang napi bernama Rutan Klas IIA Palangka raya bernama Rudi Alamsyah (31) yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika yang berada di kamar tahanan pada blok A, ditemukan tewas gantung diri.

Kemudian pada Oktober tahun yang sama, seorang napi bernama Arifin alias Ateng (30),juga ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan kain di dalam WC blok tahanan. (atm/OL/nto)

You Might Also Like