Tim gabungan sedang memeriksa produk kedaluwarsa dalam salah satu toko di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa (14/5)


NANGA BULIK – Ratusan produk kedaluwarsa diamankan jajaran Polres Lamandau dari sejumlah toko dan swalayan di Kota Nanga Bulik, Selasa (14/5). Mulai dari jajanan anak-anak, minuman kemasan, minuman bersoda hingga sampo dan krim turut diamankan.

Bahkan masih ditemukan produk dengan tanggal kedaluwarsa Desember 2016 masih terpajang di etalase sejumlah took yang diperiksa tim.

Hal tersebut terungkap saat tim gabungan yang berjumlah 35 orang dari 7 instansi melakukan pemeriksaan di sejumlah took dan swalayan di Nanga Bulik. Tujuh instansi yang ikut ambil bagian dalam tim tersebut terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP, Polres Lamandau, BPOM, Dinas Kesehatan dan Bidang Perdagangan. Tim mengecek dan mengawasi makanan dan minuman di wilayah Lamandau.

Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto mengatakan ada sejumlah produk kedaluwarsa yang diamankan di Polres Lamandau. Produk-produk itu nantinya akan dimusahkan.

"Kami menemukan adanya bahan makanan atau produk-produk yang diedarkan di pasaran yang sudah kedaluwarsa, sehingga diamakan. Nantinya akan dimusnahkan," kata Riko kepada awak media, kemarin.

Menurut wabup, penyitaan produk-produk kedaluwarsa tersebut agar menimbulkan efek jera bagi penjual, sehingga tidak diedarkan lagi. "Supaya tidak beredar lagi di masyarakat dan tidak merugikan masyarakat," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan membuat surat edaran agar para penjual tidak menjual produk yang sudah melewati masa edar dan melakukan pengecekan secara berkala terhadap tanggal peredarannya. "Kami akan buat surat edaran dari pemda agar tidak menjual produk yang kedaluwarsa dan mereka melakukan pengecekan," jelasnya.

Produk kedaluwarsa atau rusak diamakan, serta disita oleh kepolisian. Setelah itu, pemiliknya akan dipanggil untuk diberi pemahaman agar tidak menjual lagi produk yang sudah kedaluwarsa. Sedangkan produk yang rusak kemasan seperti penyok akan diretur oleh BPOM ke perusahaan terkait melalui prosedur yang telah ditetapkan. (*cho/ens/ctk/nto)

You Might Also Like