Ahmad Juwayni (dua dari kiri) foto bersama para guru di halaman SMAN 1 Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Senin (13/5).


Seperti kata pepatah “Apa yang kamu tanam, itulah yang akan dituai”. Begitu juga yang dialami oleh Ahmad Juwayni. Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kuala Pembuang ini meraih prestasi berupa hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dengan mata pelajaran ekonomi masuk dalam monimasi nilai terbaik se-Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

BAHTIAR EDY FAISAL, Kuala Pembuang

BERAGAM ekspresi dari wajah siswa-siswi yang berbaris sambil menunggu giliran namanya dipanggil untuk maju mengambil amplop. Dalam amplop itu berisi pengumuman kelulusan sekolah. Ada sebagian dari mereka telah membuka isi amplop putih itu, dengan semringah berpose di hadapan layar ponsel setelah mengetahui kelulusannya.

Satu di antara para siswa itu adalah Ahmad Juwayni. Siswa berusia 18 tahun ini juga tampak bangga terhadap prestasi yang raihnya. Apalagi dia mendapatkan nilai terbaik UNBK untuk mata pelajaran ekonomi dengan nilai 85 untuk se-Kalteng.

Juwayni tidak mengira, jika dirinya bisa mendapatkan nilai terbaik se-Kalteng tersebut. Pasalnya di kelasnya, XII IPS III itu, ada juga temannya yang lebih pintar untuk mata pelajaran Ekonomi. Yaitu Rikat Aminudin yang juga pernah ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Kalteng untuk pelajaran ekonomi.

"Enggak nyangka bisa dapat gini (nilai prestasi, red). Ya suka pelajarannya sudah dari kelas 10, tapi dulu waktu kelas 11 nilai ekonomi saya sempat anjlok (turun, red). Saya belajar sendiri saja. Rencana nanti bisa lanjut kuliah," harapnya.

Namun siapa sangka, anak kedua dari pasangan Didin dan Junaidah ini mampu membuat bangga kedua orang tuanya. Ahmad Juwayni yang kelahiran Sampit 15 April 2001 ini yang memiliki tiga orang saudara. Dia bercerita, salah satu yang dilakukannya yaitu belajar dengan santai, sehingga tidak tegang mengikuti pelajaran.

"Saya merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT dan guru saya. Saya itu kalau namanya belajar kurang rajin, tapi setiap guru menjelaskan, saya selalu memperhatikan. Jika saya belajar itu saya bawa santai, ya intinya agar belajar itu tidak jadi beban," kata Ahmad Juwayni di sekolahnya, Senin (13/5).

Kepala SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, Tuti Sundari mengatakan, pada pengumuman kelulusan tingkat SMA/sederajat di Seruyan, salah satunya di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang. Dari 193 siswa yang sudah mengikuti UNBK, dinyatakan semuan lulus.

Menurut Tuti, untuk jumlah siswa kelas 12 yang mengikuti UNBK ada 193 orang, dengan hasil nilai kelulusan memuaskan 100 persen. Selain itu, ada satu siswa yang berpestasi atas nama Ahmad Juwayni yang mengharumkan nama sekolah sebagai siswa yang mendapatkan nilai terbaik mata pelajaran Ekomomi se-Kalteng. "Alhamdulillah ada siswa kami nilai ekonominya termasuk yang terbaik se-Kalteng dengan jumlah nilai 85," ujarnya di samping Juwayni, kemarin.

Pada tahun lalu juga, ada satu siswa SMA N 1 Kuala Pembuang yang meraih nilai terbaik UNBK mata pelajaran ekonomi tingkat Provinsi Kalteng. Guru mata pelajaran ekonomi, Lilie Kustiningsih mengaku bersyukur. Karena sudah dua tahun ini siswa mereka mendapatkan prestasi di mata pelajaran ekonomi, yaitu mendapatkan nilai terbaik se-Kalteng.

"Memang dari siswa kami tahun ini dari pelajaran ekonomi yang saya pegang (mengajar, red) memang lumayan bagus. Cuman kadang-kadang enggak stabil, naik turun. Mungkin pas kebetulan UNBK ini, semangat lagi dia belajar hingga alhamdulillah bisa mendapat nilai terbaik se-Kalteng lagi," tambahnya. (*/ctk/nto)

You Might Also Like