Kapolri Jenderal Tito Karnaian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memeriksa pasukan saat Apel Kesiapan Pengamanan Pemilu, Kamis (11/4) di Medan. (Istimewa)


Puluhan ribu personel dari kepolisian dan TNI akan diterjunkan pada saat pengamanan pengumuman hasil penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Pusat, Rabu (22/5) mendatang. Hal ini dilakukan agar mencegah adanya ancaman hingga aksi terorisme.

KaroPenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pengamanan dilakukan dengan empat ring tersebut sebagai antisipasi tindakan terorisme.  Pengamanan dilakukan sehari sebelum pengumuman di sekitaran KPU.”Aparat kepolisian bersama TNI sedang mempersiapkan kurang lebih 32 ribu personel dalam rangka untuk melakukan pengamanan sebelum pelaksanaan tanggal 22 Mei. Artinya tanggal 20 (Mei) sudah siap semua, fokus dan sasaran pengamanan KPU Bawaslu, dan obyek-obyek vital nasional lainnya,” ujar Brigjen Dedi di Mabes Polri, Senin (13/5).

Dedi mengatakan pengamanan akan dilakukan dengan empat ring. Hal tersebut berdasarkan SOP yang ada. Ring satu adalah kantor KPU karena akan digunakan untuk menyampaikan hasil penghitungan suara secara terbuka. Selain itu juga akan diliput oleh seluruh media. “Ring satu harus clear, pengamanan harus ketat agar tidak mengganggu proses penyampaian yang akan disampaikan oleh KPU,” tuturnya.

Untuk ring 2, akan dilakukan di sekitar gedung. Semua orang yang hendak masuk ke KPU akan diperiksa melalui safety door. Ditambah juga pemeriksaan akan dilakukan dengan metal detector. Untuk ring tiga akan dilakukan di halaman KPU. Seluruh kendaraan yang masuk harus diperiksa terlebih dahulu. Sedangkan ring empat akan dilakukan di seluruh jalan.

Alasan pengamanan ketat itu, Dedi menjelaskan ada indikasi terorisme. Maka itu pihaknya harus mengantisipasi hal tersebut. “Karena sudah ada indikasi, beberapa minggu lalu kita sudah melakukan JAD Lampung dan Bekasi, dan pemeriksaan terhadap dua kelompok tersebut mereka sepakat akan melakukan serangan saat massa kumpul di KPU tanggal 22 (Mei). Ini perlu kita antisipasi secara maksimal,” tuturnya.

Selain pengamanan di lapangan, Dedi mengatakan pihaknya melakukan pengamanan di media sosial dan dunia Internet untuk antisipasi menyebarnya hoax dengan bekerja sama dengan Kemenkominfo. “Kami mengantisipasi memitigasi terhadap seluruh akun-akun yang menyebarkan konten berita hoax atau konten berisi provokasi,” ucapnya.(jpc)

 

You Might Also Like