Ilustrasi


Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyarakan agar Pemerintah dan DPR segera untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas meninggalnya 554 petugas KPPS di Pemilu 2019.

Menurut Iqbal, hal ini merupakan tragedi kemanusiaan dan hak asasi manusia yang harus disuarakan dengan keras di negara yang menganut sistem demokrasi.

Pria yang juga menjabat pengurus pusat organisasi buruh PBB International Labour Organization (ILO) mengungkapkan, setidaknya ada 3 hal yang mendasari pentingnya dibentuk TGPF.

Pertama, jumlah korban yang besar yakni 554 orang patut disebut sebagai tragedi kemanusiaan.

Kedua, mereka yang meninggal meluas dan terjadi di berbagai wilayah di Republik Indonesia. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan yang independen untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.

Ketiga, jangan hanya sekedar menyederhanakan masalah dengan mengatakan mereka meninggal dunia karena faktor kelelahan. Oleh karena itu, menurut Iqbal perlu adanya visum et repertum dan autopsi dari lembaga yang berkompeten.

Said Iqbal mendesak agar TGPF dibentuk dalam waktu seminggu supaya hasil autopsi dan visum et repertum tidak terlalu lama didapat sehingga akan lebih mudah menganalisa faktor kematian para KPPS.

“Anggota TGPF bisa terdiri dari unsur Ikatan Dokter Indonesia (IDI), unsur Komnas HAM, unsur Bawaslu, unsur akademisi, unsur masyarakat sipil atau serikat buruh,” jelasnya. (lyn/tau)

 

 

 

 

You Might Also Like