Warga Madura siapkan clurit untuk potong leher La Nyalla Mattaliti


HASIL perhitungan sementara Pilpres 2019 di Madura, Jawa Timur, menunjukkan pasangan Prabowo-Sandi masih unggul di atas pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Di TPS 20 Desa Panggereman, Kecamatan Batu Makmur, Kabupaten Pamekasan, sebanyak 251 pemilih yang menggunakan hak suaranya semuanya memilih Prabowo.

Hal serupa juga terjadi di TPS 05, Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang.

Di TPS ini, Prabowo 184 suara, sedangkan Jokowi nol.

Sementara di TPS 39 Desa Tolonto Raja, Kecamatan Pasean, Prabowo mendapatkan 166 suara, sementara Jokowi juga mendapatkan nol suara, dari total pemilih 166 suara.

Begitu juga di TPS 20 Desa Pangerreman, Kecamatan Batumarmar, Prabowo-Sandiaga mendapatkan 251 suara dan Jokowi-Maruf Amin nol suara.

Jokowi-Maruf Amin juga mendapatkan nol suara di TPS 8 Desa Sana Laok, Kecamatan Waru, sementara Prabowo-Sandiaga mendapat 165 suara dan 3 suara tidak sah.

Jokowi juga tidak mendapatkan suara di TPS 027 Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. Di TPS ini, Prabowo mendapatkan 248 suara.

Terkait hasil penghitungan sementara itu, warganet pun menangih janji mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti yang pernah menyatakan siap potong leher jika Prabowo menang di Madura.

Janji itu ditagih setelah hasil quick count Pilpres 2019 menyatakan Prabowo menang di Madura.

Seperti yang disampaikan pemilik akun Hubaib Ibnu Syafi melalui Facebook, Kamis (18/4/2019).

“Madura Siap Memotong Kepala La Nyala Mattalitti,” tulisnya.

Menyertai tulisan tersebut, sang pemilik akun juga menyertakan sebuah video berdurasi 30 detik.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga Madura berkumpul di pelataran sebuah rumah pada malam hari.

Yang cukup mencengangkan adalah mereka tak berkumpul dengan tangan kosong. Masing-masing sudah menyiapkan senjata khas Madura, clurit.

Clurit-clurit tersebut tampak ada yang sedang diasah dan dibersihkan. Selain itu juga ada yang tengah diperiksa ketajamannya.

Berdasarkan pengamatan PojokSatu.id, sampai dengan pukul 18.30 WIB, unggahan tersebut sudah 62 kali dibagikan dan dipenuhi 29 komentar.

“Ya Allah apapun yg terjadi tetap rukun ya,indahnya hidup rukun,politik ya politik saudara ya saudara,jadi Islam itu bersaudara,apapun yg terjadi kita tetap rukun,” tulis Muhammad Jamaluddin Msi Jember.

“Ayoklah, kita selaku orang pesantren yang notabene adalah kaum berilmu, tak layak jika selalu mengobarkan nas panasan, katanya kita manut guru, kenapa berlebihan seperti ini?! Hal seperti ini tak mencerminkan rasa kemanusiaan sama sekali,” kata Amjad Zaein.

Namun, ada juga warganet yang sudah tak sabar memotong leher La Nyalla Mattalitti.

“Kapan mao dsembelih la nxalla broo?,” tanya Usman Omang.

“Jagn smpi kabur lanyala sudah d siapin d madura,” kata Robie Suarez.

Pada November 2018, La Nyalla memang memanyatakan akan potong leher jika Prabowo menang di Madura. Pernyataan itu disampaikan La Nyalla di kediaman Ma’ruf Amin, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

“Saya kan sudah ngomong, potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura,” ujar La Nyalla kala itu.

Namun sebulan kemudian, La Nyalla meralat ucapannya. Ia menyatakan bahwa janji potong leher itu hanya kiasan untuk memotivasi timnya untuk bekerja keras memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Potong leher itu, saya pertegas sama komunitas saya bahwa kamu harus kerja keras untuk Pak Jokowi, jangan sampai leher saya dipotong,” kata La Nyalla, di Gedung Transmedia, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018) sebagaimana dikutip dari detikcom.

Dia menegaskan istilah ‘potong leher’ itu ditujukan untuk komunitasnya di Jawa Timur. Jangan sampai Prabowo menang di Madura.

“Makanya saya bilang potong leher saya kalau Prabowo menang di Madura. Itu untuk mempertegas kepada anggota saya, jangan sampai Prabowo menang di Madura,” ungkapnya. (ruh/pojoksatu/kpc)

You Might Also Like