Harga kebutuhan pokok di Jakarta stabil. (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)


 Selama memasuki tahun politik 2019 ini, harga sembako dan sayuran di Jakarta relatif stabil. Selama kurun waktu Februari hingga April ini, para pedagang di pasar tradisional mengaku tidak ada dampak kenaikan signifikan harga kebutuhan pokok dari memasuki hingga pasca-pemilihan umum ini.

Seperti dirasakan oleh para pedagang di Pasar Tradisional Pecinan, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat. Sejumlah jenis barang sembako hingga sayuran masih stabil sejak perayaan Imlek awal Februari lalu.

“Kenaikan terakhir itu sejak Januari lalu hingha menjelang Imlek. Setelah itu, harga-harga stabil. Selama mendekati pemilu (Maret-April), harga-harga stabil,” ujar Yanto, 38, penjaga toko sembako Sinar Pulo di Jalan Kemenangan No. 40, Pecinan, Glodok, Kamis (18/4).

Menurutnya, selama kurun waktu dua bulan mendekati hari pencoblosan, harga-harga sembako seperti beras, telor, bawang putih, bawang bombay, sayuran, kedelai, kacang ijo, hingga ayam potong tidak mengalami kenaikan.

Dengan kata lain, pemilu tahun ini tidak berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar-pasar tradisional.

“Kemungkinan juga di pasar-pasar tradisional lain. Harga stabil. Kalau naik juga ngga begitu tinggi dari harga pasaran,” kata dia.

Hal serupa disampaikan pedagang sayuran di pasar serupa. Susi, 16 mengatakan, hampir dua bulan lebih tidak ada kenaikan dari harga-harga tradisional. Kenaikan terakhir kali harga sayuran terjadi menjelang perayaan Imlek.

Dimana saat itu, harga sayuran melonjak tinggi dan belum berangsur turun. Dikatakannya, harga sayuran yang masih tinggi itu di antaranya, paprika Rp 80 ribu per kg, cesin Rp 30 ribu per kg, dan tomat Rp 20 ribu per kg.

“Harga-harga sayuran itu belum turun juga. Mulai naik itu sekitar pertengahan Januari. Paprika dulu harganya 50 ribu per kilo, sekarang sudah 80 ribu. Bawang putih tadinya 35 ribu, jadi 54 ribu. Naiknya sih bertahap, nggak langsung tinggi,” ujarnya.(jpc)

 

 

You Might Also Like