Kepala SMPN 2 Palangka Raya M Usman (kiri) saat memantau pelaksanaan UASBN di salah satu kelas, baru-baru ini.( DONNY/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - SMPN 2 Palangka Raya, menggelar ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN), menggunakan kertas dan pensil, sebab unit komputer dan laptop di sekolah tidak mencukupi.  

“Ujiannya memakai kertas dan pensil, dengan mengisi lembaran LJk, sebab komputer kurang. Ada sekitar 326 pelajar kelas IX yang mengikuti UASBN kali ini, yang dilaksanakan selama enam hari, sampai tanggal 16 April 2019," terang Kepala SMPN 2 Palangka Raya, M Usman.

Ia menjelaskan, 326 pelajar  itu dibagi menjadi 17 ruangan, masing-masing ruang diisi 20 orang, kecuali ruang 17, hanya diisi enam pelajar saja. Untuk mata pelajaran (mapel) yang diujikan, lanjut dia, ada sepuluh, yaitu Agama, PKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, IPA, Prakarya, seni budaya, dan PJOK.

"Alhamdulillah semua pelajar kelas IX sampai hari ini tidak ada yang absen, semua hadir dan bersemangat dalam mengikuti ujian, meskipun dilaksanakan secara manual" ucapnya.

Menurut dia, untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), pihaknya akan terus berupaya untuk mencukupi unit komputer yang ada, agar bisa melaksanakan UNBK dengan ketentuan yang ada.

“Untuk saat ini pelaksanaan UASBN tidak masalah jika hanya menggunakan LJk. Kami akan terus berupaya untuk mencukupi komputer. Semoga saja nanti bisa terpenuhi,” tegas dia.

“Saya harap pelajar bisa mengikuti ujian dengan baik, bisa menjawab soal dengan benar dan mendapatkan nilai yang maksimal, dan juga tidak ada yang sakit, semoga sehat terus sampai pelaksanaan ujian selesai," tuturnya. (don/aza)

You Might Also Like