Penyerang SPAL, Sergio Floccari berselebrasi ke arah pendukungnya usai mencetak gol kemenangan saat melawan Juventus. (BONOTTO/AFP)


Juventus yakin bisa menggelar pesta scudetto saat melawat ke markas SPAL 2013 Ferrara, Sabtu (13/4) malam WIB. Maklum saja, SPAL merupakan tim medioker yang tak memiliki pemain bintang. Kemenangan akan membawa Juventus meraih gelar juara Serie-A musim ini. Andai menang, poin Juventus menjadi 87. Artinya, andai Napoli selalu menang dalam laga sisa, poin mereka hanya 85. Juventus pun dipastikan meraih scudetto.

Namun, skenario itu berantakan. Secara mengejutkan, Si Nyonya Tua tumbang di markas SPAL dengan skor 1-2. Tanpa diperkuat Cristiano Ronaldo, Juventus sulit memborbardir gawang SPAL.

Kekalahan itu membuat Juventus terpaksa harus menunda pesta scudetto. Tim asuhan Massimiliano Allegri itu harus menunggu hasil laga Chievo Verona kontra Napoli. Andai Napoli menang, Juventus terpaksa berharap bisa menggelar pesta juara di kandang saat menjamu Fiorentina pada pekan depan.

 

Namun, Juventus tetap bisa menggelar pesta juara dengan catatan, Napoli maksimal hanya meraih hasil imbang di markas Chievo. Andai imbang, poin Napoli bertambah menjadi 65. Tersisa 6 laga, poin maksimal Napoli hanya 83 angka. Sementara, saat ini Juventus sudah meraup 84 angka. Maka, berpestalah Juventus. Apalagi sampai Napoli kalah, sudah pasti Juventus menggelar pesta juara.

 

Dalam laga di Stadion Paolo Mazza, Juventus sempat memimpin terlebih dahulu pada menit ke-30 lewat Moise Kean usai menerima umpan dari Joao Cancelo. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.

 

Pada babak kedua, SPAL mampu membalas pada menit 49 lewat gol Kevin Bonifazi. SPAL berbalik unggul pada menit 74 lewat gol dari Sergio Floccari. Skor 2-1 bertahan hingga laga berakhir. Bagi SPAL, ini menjadi kemenangan kedua dalam sejarah pertemuan dengan Juventus. Kemenangan pertama terjadi pada musim 1956-1957.

"Kami ingin mengakhirinya hari ini. Pada gol kedua, kami melakukan sedikit kesalahan, tetapi kami punya babak pertama yang hebat dan reaksi yang baik. Semua pemain tampil baik, kami menyesali kekalahan ini, tetapi kami mendapat hasil dari kurangnya pengalaman ini,"katanya di laman resmi klub.

 

"Membuat rekor sangatlah sulit. Andai kami memainkan semua pemain inti, akan lebih mudah memenangkannya, tetapi ada tujuan untuk dicapai pada Selasa nanti. Kami sudah meraih 27 kemenangan, tiga imbang dan dua kekalahan dan itu adalah rekor yang sudah mengesankan,"jelasnya.

Sementara,AC Milan berhasil menang dengan skor tipis 1-0 atas Lazio.Gol penalti Franck Kessie pada menit ke-79 sudah cukup untuk membuat Rossoneri mendapatkan tiga poin tambahan.

Pada akhir laga, sempat terjadi keributan antara pemain dari kedua tim - Lazio tampak tak terima dengan hasil laga dan kepemimpinan wasit.

Luiz Felipe dan Fabio Borini terlihat menjadi pemain yang paling aktif dalam perkelahian dan keributan yang terjadi tersebut.

Kontroversi belum berakhir, Tiemoue Bakayoko dan Franck Kessie kemudian melakukan hal yang membuat kubu Lazio semakin memanas. Mereka berjalan menuju Curva Rossonera dengan membawa jersey pemain Lazio, Francesco Acerbi.

Acerbi memang sempat bertukar jersey pada akhir laga, hal yang ia lakkan untuk meredam kemarahan akibat komentarnya di media sosial sebelum laga.

Sebelum laga, Acerbi memang sempat menulis bahwa Lazio "memiliki tim yang lebih baik daripada Milan dan tak bisa dibandingkan".

Usai kejadian pembawaan jersey itu viral, Acerbi kembali berkomentar di media soseial, "Saya kecewa karena saya bertukar jersey untuk mengakhiri keributan itu. Memunculkan kebencian bukan bagian dari olahraga, tetapi simbol kelemahan,"tulisnya.

Bakayoko kemudian meminta maaf dan membalas, "Saya tak ingin tak menghormati orang lain, saya minta maaf kepada Acerbi jika ia merasa tersinggung,"tulisnya.(jpc/net/ram)

You Might Also Like