ILUSTRASI/NET


KUALA KAPUAS-Teka-teki kematian Ogol akhirnya terkuak. Pemuda 28 tahun yang ditemukan mengambang dan nyangkut di ranting pohon Sungai Kuatan, Kecamatan Kapuas Tengah, Selasa (9/4), ternyata menjadi korban pembunuhan.

Dua dari tiga pelaku, AJ (17) dan AL (16), telah menyerahkan diri ke Polsek Kapuas Tengah. Sedangkan satu pelaku lagi berinisial TM, masih dalam pemburuan polisi.

"Ada dua pelaku yang menyerahkan diri, AJ  dan AL ," kata Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Budi Martono, kemarin (14/4).

Kronologi kejadian yang diterima oleh polisi, Kamis (4/4) sekitar pukul 22.00 WIB, korban Ogol pamit dengan orang rumah untuk berburu kancil. Namun, Ogol tak kunjung pulang. Pada Selasa (9/4) pukul 13.00 WIB, korban ditemukan oleh warga yang sedang melintas di Sungai Kuatan. Saksi melihat korban berada di pinggir sungai dalam kondisi tak bernyawa, mengapung, dan tersangkut ranting pohon.

Pihak keluarga yakin bahwa Ogol menjadi korban pembunuhan. Mereka pun membuat laporaan ke Polsek Kapuas Tengah. Menerima laporan itu, polisi melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Menurut keterangan kedua pelaku yang sudah ditahan, pembunuhan diawali saat korban Ogol mendatangi pondok tempat tinggal para pelaku. Lalu mengetuk pintu.

Salah satu pelaku membuka pintu rumah. Tiba-tiba, Ogol langsung menembakkan senjata api rakitan ke arah para pelaku. Para pelaku sempat menghindar. Salah satu pelaku mencoba membela diri, mengambil sebilah parang, lalu menebaskan benda tajam itu ke arah Ogol.

"Langsung membalas dengan menebas senjata tajam itu ke arah korban. Pelaku yang lain juga ikut menebas korban dengan parang yang sama," jelasnya didampingi Kapolsek Kapuas Tengah Iptu Catur.

Polisi sudah menyita sebilah parang dengan panjang 35 cm tanpa sarung, yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Para pelaku dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan," tutupnya. (alh/ce/ram)

You Might Also Like