ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA-Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mengunjungi Kota Palangka Raya, Sabtu (13/4) dalam rangka mengecek harga pangan atau bahan pokok menjelang bulan Ramadan. Dalam kunjungan itu, pihaknya memastikan bahwa menjelang Ramadan harga kebutuhan pokok akan tetap stabil. Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya dituntut agar tidak lemah dan kendor dalam melakukan pengawasan.

Apalagi beberapa harga pangan mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan pantauan Kalteng Pos di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Minggu (14/4), memang beberapa harga bahan pokok masih stabil. Tetapi, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Bahkan naik dua kali lipat dalam seminggu terakhir.

“Bawang merah dan bawang putih sudah mengalami dua kali kenaikan dalam seminggu. Minggu sebelumnya, harga bawang masih Rp23.000-28.000. Sekarang sudah mencapai Rp42.000 per kilonya,” ungkap Hardian, salah satu penjual di Pasar Besar kepada Kalteng Pos, kemarin.

Meski demikan, terdapat komoditas yang masih stabil harga jaulnya, seperti ayam dan daging sapi. Melihat hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Barang Pokok dan Barang Penting Disperindag Palangka Raya, Markus Sitorus mengungkapkan, pihaknya tidak sepenuhnya memiliki kewenangan terkait harga bawang. Pasalnya, bawang di Kota Palangka Raya sebagian besar diimpor.

“Kewenangan harga bawang ada di pusat. Jika dari pusat sudah naik, maka mau tidak mau di pasar juga naik,” sebutnya.

Tetapi, tambah dia, untuk bahan pokok yang berasal dari dalam daerah (produk lokal), pihaknya memastikan harga jual akan tetap stabil. Misalnya, harga sayuran. Karena sayur diambil dari wilayah Kalteng.

Untuk mengantisipasi lonjaknya harga kebutuhan pokok di wilayah Kalteng menjelang maupun selama bulan puasa, pihaknya memastikan akan meningkatkan pengawasan pasar. Tujuannya agar tidak ada pedagang yang melakukan penimbunan dengan maksud mendapatkan keuntungan lebih.

“Memang setiap menjelang hari besar harga bahan pokok mengalami kenaikan. Untuk mengantisipasi itu, kami akan melakukan pengawasan lebih ketat jelang dan selama bulan ramadan nanti,” katanya saat diwawancarai per ponsel, Minggu (14/4).

Diungkapkannya, sebenarnya selama ini Disperindag Kota Palangka Raya selalu melakukan pemantauan dan pengawasan kepada para pedagang. Tiga kali dalam satu bulan. Selama bulan Ramadan nanti, pihaknya akan menambah jumlah pengawasan dan akan berkoordinasi dengan pihak keamanan.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan kepolisian, karena yang melakukan penindakan adalah mereka,” ungkapnya.

Begitu pun menjelang Ramadan, kata dia. Pihaknya akan turun ke lapangan guna melihat apakah ada pedagang yang sengaja melakukan penimbunan. Apabila ditemukan hal itu, maka pihak keamanan akan memberikan tindakan. (abw/ce/ala)

You Might Also Like