Oleh : Ali Akbar Sanjaya, SST, MSi*)


PRESIDEN Joko Widodo meresmikan terminal baru di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya pada hari Senin 8 April 2019. Terminal baru yang dibangun selama 4,5 tahun dengan biaya APBN  lebih dari 700 miliar rupiah tersebut telah mulai beroperasi mulai 28  Maret 2019 memiliki luas 29.124 meter persegi yang dapat melayani sebanyak 2.200 penumpang perhari. Pembangunan terminal baru ini dimaksudkan untuk menunjang perkembangan perekonomian Kalteng pada umumnya dan juga antisipasi semakin melonjaknya jumlah penumpang yang datang maupun pergi dan juga peningkatan kapasitas bongkar muat barang cargo. Kapasitas terminal baru tersebut jauh lebih luas dari terminal lama yang luasnya kurang dari 5.000 persegi dengan daya layanan maksimal 600 penumpang perhari.

 

Kondisi Transportasi Udara di Kalteng

Lalu bagaimana kondisi angkutan penerbangan di Kalimantan Tengah, khususnya di Bandara Tjilik Riwut  saat ini?

Selama tiga tahun terakhir, jumlah penerbangan dan penumpang di seluruh bandara yang ada di Kalteng secara total mengalami peningkatan. Jumlah penerbangan di Kalteng selama tahun 2016 sebanyak 10.586 yang datang dan 10.597 penerbangan yang berangkat. Tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 11.340 penerbangan yang datang dan 11.339 penerbangan yang berangkat. Di tahun 2018 terus meningkat menjadi 12.169 penerbangan yang datang dan berangkat.

Jumlah penerbangan yang meningkat selama tiga tahun terakhir tersebut tentu diimbangi dengan jumlah penumpang yang datang dan berangkat. Jika di tahun 2016 hanya 792.161 penumpang yang datang dan 785.001 penumpang pesawat yang berangkat, di tahun 2017 meningkat menjadi 922.937 penumpang yang datang dan 905.187 penumpang pesawat yang berangkat. Sedangkan di tahun 2018 jumlah penumpang pesawat semakin meningkat menjadi 1.020.820 penumpang yang datang dan 1.017.467 penumpang yang berangkat.

Tetapi di balik meningkatnya jumlah penerbangan dan jumlah penumpang selama tiga tahun terakhir, apabila diperhatikan data jumlah penerbangan dan penumpang selama tahun 2018 dan awal tahun 2019 menunjukkan trend penurunan, terutama di Bandara Tjilik Riwut.

Selama tahun 2018 jumlah penerbangan dan penumpang tertinggi di bandara Tjilik Riwut ada di April 2018 dengan jumlah penerbangan yang datang dan berangkat sebanyak 468 penerbangan dan jumlah penumpang datang sebanyak 52.813 serta penumpang yang berangkat sebanyak 57.139 orang.

Jumlah penumpang masih bertahan pada saat Hari Raya Idulfitri dan liburan sekolah di Juni dengan penumpang datang sebanyak 46.654 orang dan penumpang berangkat sebanyak 50.079 orang. Penumpang yang datang ke Bandara Tjilik Riwut sedikit meningkat di Juli 2018 menjadi 49.432 orang, namun sebaliknya penumpang yang berangkat menurun drastis menjadi 40.126 orang.

Jumlah penumpang yang datang maupun berangkat dari Bandara Tjilik Riwut semakin mengalami penurunan sampai akhir tahun 2018. Meskipun kondisi libur akhir tahun, jumlah penumpang yang datang hanya berjumlah 35.555 orang dan penumpang yang berangkat berjumlah 41.152 orang.

Efek harga harga tiket pesawat yang tidak juga turun setelah liburan akhir tahun. Ditambah adanya biaya bagasi untuk penerbangan berbuget rendah terus menekan jumlah penumpang di Bandara Tjilik Riwut di awal tahun 2019. Tercatat jumlah penumpang yang datang di Januari 2019 hanya sejumlah 32.613 orang dan terus menurun di Februari 2019 menjadi 29.872 orang.

Begitu juga jumlah penumpang yang berangkat di Januari 2019 berjumlah 30.269 orang dan di Februari 2019 hanya 28.720 orang. Walaupun penurunan jumlah penumpang di awal tahun tahun merupakan fenomena wajar karena faktor musiman, tetapi jumlah penumpang di awal tahun 2019 jauh lebih sedikit dibanding awal tahun 2018.

Dimana jumlah penumpang yang datang di Bandara Tjilik Riwut pada Januari 2018 sebanyak 48.429 orang dan Februari 2018 sebanyak 37.558 orang. Sedangkan penumpang yang berangkat pada periode yang sama sebanyak 41.901 dan 35.685 orang.

Jumlah penumpang yang semakin menurun di Bandara Tjilik Riwut sejalan dengan semakin sedikitnya jumlah penerbangan yang ada. Jumlah penerbangan terbanyak ada saat penumpang yang banyak di Bulan April 2018 sejumlah 468 penerbangan datang.

Jumlah penerbangan masih bertahan disaat libur lebaran di Bulan Juni 2018 dengan 465 penerbangan datang. Namun jumlah penerbangan itu semakin menurun hingga akhir tahun di Desember 2018 hingga hanya 362 penerbangan datang. Diawal tahun 2019 jumlah penerbangan yang datang di Bandara Tjilik Riwut semakin menurun menjadi 302 penerbangan datang di Januari 2019 dan semakin menurun lagi di Februari 2019 yang hanya 292 penerbangan yang datang.

Jumlah penerbangan yang datang di Bandara Tjilik Riwut di Februari 2019 ini, bahkan lebih sedikit dibandingkan jumlah penerbangan yang datang di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Ada 294 penerbangan yang datang di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada periode yang sama.

Penggunaan angkutan udara merupakan salah satu indikator gambaran keadaan perekonomian masyarakat. Harga tiket pesawat yang lebih mahal dari angkutan lain menunjukan keadaan daya beli masyarakat. Apabila masyarakat mampu membeli tiket pesawat terbang menunjukan keadaan perekonomian membaik dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat, demikian juga sebaliknya.

Apabila harga tiket pesawat tidak terjangkau, sedikit banyak menunjukkan keadaan perekonomian yang stagnan. Situasi eksternal dari masih tingginya harga tiket pesawat yang pada batas atas tentu sangat memberatkan masyarakat untuk bepergian ke luar  ataunpun masuk wilayah Kalteng.

Ditambah biaya bagasi untuk barang bawaan lebih dari tujuh kilogram semakin memberatkan para penumpang pesawat terbang berbiaya murah yang saat ini tidak murah lagi. Semakin menurunnya frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang  di Kalimantan Tengah, pada khususnya di Bandara Tjilik Riwut sedikit banyak bisa menjadikan peringatan keadaan perekonomian masyarakat kalteng saat ini.

 

*) Statistisi Madya di BPS Provinsi Kalimantan Tengah

 

You Might Also Like